Lovina And My Unrequited Love For Indonesia



Kami tinggal selama dua hari di Lovina. Ini adalah tempat pertama yang kami singgahi selama road trip separo pulau Bali yang ceritanya bisa dibaca disini. Jadi dari pelabuhan Gilimanuk kami belok kiri melintasi Taman Nasional Bali Barat menuju arah Singaraja, dan beberapa kilometer sebelum memasuki kota maka terdapat pantai Lovina ini.

Ternyata Lovina adalah sebuah pantai yang sangat tenang dan damai dimana pantai ini dulunya adalah pelabuhan nelayan.  Sampai saat ini, berjarak kira-kira selemparan batu dari promenade pantai yang ada tugu ikan lumba-lumba itu, masih terdapat perkampungan nelayan. Tak banyak yang bisa dilihat di perkampungan ini, jadi kami abaikan saja.


Road Trip Separo Pulau Bali


Meskipun kondisi lalu lintas pulau Bali bikin geregetan dan takut-takut, tetapi acara road trip kami sangat menyenangkan. Kami menghabiskan waktu seminggu melintasi separo pulau Bali dengan berkendara santai dan nyaman, dan berhenti menginap sesuka hati di jalur yang kami lewati. Tanpa buru-buru dan tanpa tujuan pasti, hanya road trip.

Kami tidak punya itinerary khusus (sama seperti semua acara liburan kami sebelumnya), mau dimana atau mengapa dan berapa lama. Tapi rencana kami sangat jelas, yaitu cuma pergi ke pulau Bali pada hari senin dan harus berada di Jawa kembali pada hari senin pekan depannya, gampil kan? memang begitulah seharusnya liburan, terserah mau ngapain yang penting tepat berada di tempatnya pada saat-saat khusus misalnya jika itu menyangkut jadwal pesawat, atau bookingan hotel.


Let's Visit Banyuwangi; Antara Ijen, G-Land dan Sukamade


Banyuwangi semakin berseri, itulah yang aku temui pada acara pulkam kali ini. Tentu saja kami menjadikan Banyuwangi sebagai rumah sementara dalam liburan ini, karena biar bagaimanapun juga, sejauh apapun aku berkelana,  pastilah pulangnya ingin menghabiskan waktu barang sehari-dua bersama keluarga.

Banyuwangi tetap memegang tradisi, kami sempat melihat kembali jaranan buto yang sedang ditanggap oleh orang kawinan. Menurut mbak-ku, sering juga ada tanggapan Gandrung, Janger (Banyuwangi punya janger tersendiri bernama Damar Wulan, tidak seperti janger dari Bali), Kebo-keboan, dan Seblang. Kesenian Banyuwangi tetap lestari karena anak-anak juga menyukainya, seorang keponakanku ikut grup jaranan di sekolahnya (meskipun jaranan bocah tidak pakai acara ndadi/kesurupan) cuma gayanya saja yang lucu dan menggemaskan.


Pesona Indonesia: Misi Pencarian Pohon Kopi


Dalam kunjungan ke Indonesia kali ini Thomas mempunyai misi besar yaitu ingin menyentuh dan  melihat dengan mata kepala sendiri seperti apakah sebenarnya pohon kopi dan buah kopi yang menempel di cabang-cabang pohonnya. Dia bilang, rasanya aneh jika tiap pagi minum kopi dan di Jerman ada banyak sekali varian kopi siap minum, dan sekarang berada di negara produsen kopi tetapi tidak melihat pohon kopi, itulah misi besarnya dan tentu saja aku menyetujui, apa sih susahnya melihat kebun kopi? di Banyuwangi banyak, begitu pula di Bali karena itulah tujuan liburan kami kali ini yaitu road trip keliling Bali dan Jawa Timur…

Tiba di bandara CKG pada tengah hari, suasana di luar sana masih terang benderang dan kami selalu menyukai bandara kedatangan CKG ini; lantai dilapisi karpet empuk dan terkesan mewah, dinding lorong-lorong berhias batik cantik dan lihatlah diluar sana, alangkah indahnya taman yang mengelilingi lorong kedatangan ini, disana-sini terlihat paviliun berdiri anggun. Wonderful Indonesia terlihat dimana-mana…