Pesona Indonesia: Misi Pencarian Pohon Kopi


Dalam kunjungan ke Indonesia kali ini Thomas mempunyai misi besar yaitu ingin menyentuh dan  melihat dengan mata kepala sendiri seperti apakah sebenarnya pohon kopi dan buah kopi yang menempel di cabang-cabang pohonnya. Dia bilang, rasanya aneh jika tiap pagi minum kopi dan di Jerman ada banyak sekali varian kopi siap minum, dan sekarang berada di negara produsen kopi tetapi tidak melihat pohon kopi, itulah misi besarnya dan tentu saja aku menyetujui, apa sih susahnya melihat kebun kopi? di Banyuwangi banyak, begitu pula di Bali karena itulah tujuan liburan kami kali ini yaitu road trip keliling Bali dan Jawa Timur…

Tiba di bandara CKG pada tengah hari, suasana di luar sana masih terang benderang dan kami selalu menyukai bandara kedatangan CKG ini; lantai dilapisi karpet empuk dan terkesan mewah, dinding lorong-lorong berhias batik cantik dan lihatlah diluar sana, alangkah indahnya taman yang mengelilingi lorong kedatangan ini, disana-sini terlihat paviliun berdiri anggun. Wonderful Indonesia terlihat dimana-mana…

Ini adalah tahun pertamaku pulang ke kampung halaman sebagai orang asing, pasporku tidak berwarna hijau lagi. Tak masalah, orang Jerman cuma perlu Visa on Arrival yang bisa didapat pada saat kedatangan di bandara tanpa biaya. Kami mendapatkan masa tinggal 30 hari.

Aku cuma mendapat sebuah pertanyaan dari mas pegawai imigrasi waktu itu, "What will you do in Indonesia, sir?", dan aku menjawab ringan "Pulang kampung, kangen emak..". Dia tertawa sembari kasih stempel di paspor, cuma itu dan tak ada pertanyaan berbelit lainnya.

Hari pertama tiba di Banyuwangi Thomas bertanya, "Mana pohon kopi?", Tenang saja, kita punya banyak waktu sampai 30 hari kedepan.

Bandara Banyuwangi yang imut banget!


Pesawat yang kami tumpangi juga tak kalah imutnya....

Seminggu setelahnya, ketika tiba di Lovina dia juga belum melihat kebun kopi.

Di jalan raya antara Lovina ke Kintamani ada beberapa kebun kopi terlihat tetapi kami tak berkesempatan untuk berhenti. Ada saja penyebabnya, jalanan sempit tak ada tempat parkir, kelewatan jalan masuk, nanti saja di depan pasti ada kebun kopi lagi, dan lain-lain.

Rupanya di Bali Selatan kami tak melihat kebun kopi, entah itu dari Kintamani ke Kuta maupun dari Kuta ke Gilimanuk.


Dua minggu telah berlalu dan Thomas belum berhasil dalam misinya.

Perjalanan dari Banyuwangi ke Batu Malang dan kembali lagi bukanlah waktu yang tepat untuk mencari kebun kopi karena kami berkendara beriringan, dua buah mobil. Aku ingin menghabiskan waktu bersama keluargaku pada sebuah villa di Batu.
Di Batu ternyata tidak ada kebun kopi, yang ada adalah wahana hiburan dan Museum Angkut. Thomas tetap mencari kebun kopi namun  sampai saat itu misinya belum terwujud.



Sampai pada hari-hari terakhir di Indonesia, sekali-duakali Thomas bertanya tentang pohon kopi tapi kok ya selalu saja ada halangan untuk pergi ke perkebunan, padahal di Banyuwangi kami tinggal tak jauh dari Kalibaru dan Glenmore dimana kedua kecamatan ini merupakan daerah perkebunan, dan layak dikunjungi sebagai tujuan wisata.

Sampai pada malam terakhir di Jakarta, dia ingat lagi; "Lho, aku kok belum lihat buah kopi yang menempel di pohonnya ya?"

Akupun jadi malu, tak bisa membantunya. Tapi untuk menutupi kemaluanku maka aku berkata, "Iya ya... eh tapi dua tahun lagi kita kan ke Indonesia lagi, jadi kamu pasti akan melihatnya... Dan lihatlah, banyak sekali buah-buahan lain yang telah kita lihat dan makan..."
Kami memang beruntung karena dalam kunjungan kali ini di Indonesia sedang musim buah, banyak buah segar musiman yang telah kami makan; Durian (cuma aku yang makan), buah naga, manggis, rambutan, langsep, guava... Pokoknya kami puas makan buah-buahan eksotis yang segar dan baru di petik.


Indonesia memang tak ada matinya, dan kami akan datang dan datang lagi di masa mendatang, banyak cerita indah dan mengesankan selama liburan kami selama sebulan di Indonesia, tunggu kelanjutannya ya....

9 comments:

  1. Jadi sia2 sudah perjalanan nya ngak nemu biji kopi hua hua

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya nggak dong... kan nemu biji-bijian lain yang banyak hihi...

      Delete
  2. with, seri banger perjalananya. pasti ban yak hal yang menyenangkan. Paspornya ganti warna apa mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya dong, Indonesia selalu seru!
      Pasporku sekarang warna merah tua, dan ada gambar burung garuda-nya juga kok.

      Delete
  3. Ini memang kode keras ya. Harus Pulang lagi dalam waktu dekat untuk melihat kebun kopi ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul mbak Evi, Indonesia selalu bikin kangen. Dua tahun lagi kami pasti datang lagi soalnya kami juga ingin pergi ke negara-negara lain... Tapi Indonesia selalu number one bagi kami jika itu ke Asia...

      Delete
  4. manggis, salak, jeruk, pisang mmmmm buah-buah lokal yang menggiurkan

    ReplyDelete

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)