Foto Essay Kintamani



Kintamani itu indah dan tradisional, bisa bikin hati adem ayem kata orang Jawa, karena udaranya yang sejuk segar berada di dataran tinggi maka dia juga bisa menyejukkan hati. Ditambah lagi dengan pemandangan spektakuler mahakarya agung kombinasi lengkap antara puncak gunung, danau, lembah, bukit hutan, pedesaan...
Makanan juga patut diandalkan. Apakah ada yang pernah makan ikan goreng sambal matah? Pergilah ke Kintamani dan kamu akan mendapatkan rasa original langsung dari tempat asalnya!


Setelah dua postingan sebelumnya yang sangat amat nyinyir tentang Kintamani dan Batur yang aku tulis di sini dan di sini, tentu saja aku harus bersikap adil. Tak semua tempat di Kintamani terlihat menjengkelkan dan membuat sedih seperti desa Toya Bungkah yang sudah menjadi tempat sampah terindah sedunia, atau kuburan Trunyan yang aura mistisnya sudah tertimbun sampah... Lhoooo... kok jadi nyinyir lagi yaaaaa...........

Baiklah, marilah sini aku pamerkan keindahan Kintamani yang asli lewat deretan foto-foto cantik dan memikat.........

Jalan-jalan di Penelokan menuju Kintamani, mengunjungi Pura Ulun Danu Batur yang agung. Didirikan tahun 1929 sebagai tempat pemujaan Dewi Danu, yaitu sang pelindung danau dan sungai...

Kami tidak masuk ke dalam pura, cuma jalan di sekitarnya saja karena sudah ngintip dalamannya dari samping dan sudah tahu dan paham isi dalamnya. Lalu melewati sebuah lorong di samping pura, berjalan ke belakang Pura. Ternyata di belakang pura agung ini banyak pura-pura kecil lainnya dan keindahannya ada disini. Pura berlatar lembah hijau sampai ke danau. Di sini sangat sunyi, sepertinya  ada keagungan tersembunyi entah di mana. Anehnya semua fotoku dari tempat ini hilang tanpa bekas (jangan berfikir mistis, paling ini hanyalah kesalahan tehnis), jadi pamer foto yang ada saja..... 

Ke Kintamani harus selfie dong...

kata Thomas semua patung di Bali adalah makhluk hidup, jadi harus pakai kain.

Cakep kan? nun jauh di belakang sana lebih heboh lagi kesannya.

Pura Ulun Danu Batur tampak depan.

Pada hari senin atau selasa di Penelokan ada pasar mingguan, pagi-pagi buta sudah mulai ramai, aku datangnya kesiangan...... Pokoknya kalau pasar mingguan di Penelokan ini buka, benar-benar happening disini. Ramai sekali dan seru sekali.... Menjelang siang pasar bubar, disapu dan bersih kembali. Tak lama kemudian di tempat ini akan datang turis harian road trip atau rombongan, lihat-lihat, selfie-selfie, beli-beli, makan-makan dan pergi ke tujuan selanjutnya....
 

Kami suka nongkrong di warung buah dan jajanan plus kopi di warung bawah ini. Lihat orang-orang sembari menikmati segelas kopi Kintamani di pagi hari.

Ada dua orang Bli (cowok Bali dipanggil Bli, bukan Mas atau Bang, okay..?) datang boncengan hendak ngopi sebelum kerja, kami tergeli-geli melihatnya dan mereka terbengong-bengong memandangi kami; Si dua orang Bli berpakaian rapi dan mengenakan jaket tebal turun dari motor pesan kopi, giginya gemeletuk menahan dingin dan merapatkan jaketnya - Kami santai saja dalam pakaian t-shirt dan bermuda. Seorang dari mereka bertanya apakah kami tidak kedinginan dan aku balik bertanya apakah udara hari ini terlalu dingin...

Sembari ngopi aku jelaskan tentang musim dingin di Jerman dan bahwa kami akan berpakaian tebal jika suhu sudah turun mencapai 10°C ke bawah. 15°C seperti pagi itu bagi kami tidak dingin melainkan sejuk. Tapi mereka gagal paham.....

Kupas jeruk belah duren makan manggis... beli yuk dibeli buahnya....
Ada yang pernah makan Nasi Jinggo? Silahkan ambil, itu yang dibungkus daun pisang ya...

Makan yuk makan.... Kalau ke Kintamani harus makan ikan goreng sambal matah. Ikannya diambil langsung dari danau langsung di goreng. Dibumbui pakai sambal mentah yang terbuat dari irisan bawang merah, bawang putih, cabe, gula dan garam, terakhir dikasih perasan jeruk nipis. Makannya pakai nasi sebakul plus oseng kangkung. Nikmatnya tiada tara.

Aku makan menu ini waktu di desa Kedisan, yaitu desa pertama yang ada di tepian Danau Batur....

Menu lengkap Ikan Bakar Sambal Matah khas Kintamani. Hmmm... Hamma lecker;)

Ini bumbu tambahan hadir tanpa diminta; bawang dan brambang plus sedikit cabe ditaburi garam. Sehr würzig!
Setiap hari dari kamar, kami disuguhi pemandangan puncak gunung Batur seperti ini. Ich liebe es!

Hayo ngaku siapa yang belum pernah ke Kintamani... Bagi yang sudah pernah, silahkan tulis kesan terbaik kalian dalam kolom komentar ya....



2 comments:

  1. Sukak Kintamani, hawa sejuk & bayak makanan yg bisa dibeli. Cuman rada2 parno sama anjing2 Kintamani yang berkeliaran, ngga galak sih tapi aku takut anjing jadi suka parno :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah sama dong. ada sekali pas di Penelokan ada anjing galak sekali dan menggonggongi kami sepanjang jalan, bahkan sepertinya mau menyerang. Terus tak jauh berjalan sama orang situ disuruh jalan memutar saja karena di depan ada anjing galak, katanya.
      Sangat tidak nyaman ya...

      Delete

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)