Melintasi The Great Belt Bridge Denmark, Jembatan Terbesar Dunia



Storebaelt atau The Great Belt Bridge adalah jembatan dan terowongan sepanjang 18 kilometer yang menghubungkan Denmark Barat dengan Denmark bagian timur, dimulai dari wilayah Zealand dan berakhir di wilayah Funen. Ini merupakan jembatan terbesar dunia yang berada di atas Laut Baltik.

Saking besarnya konstruksi spektakuler ini, kami serasa menjadi liliput yang sedang memasuki dunia raksasa ketika bermobil melintasi jembatan Storebælt. Dari awal masuk sampai keluar jembatan, tak ada habisnya kami mengagumi mahakarya yang gigantis ini. Denmark memang ahli dalam penciptaan konstruksi-konstruksi hebat kelas dunia.

Melintasi jembatan Storebælt dengan mengendarai mobil adalah pengalaman yang tak terlupakan.




Kami tinggal di Nordfriesland, sebuah wilayah yang terletak di Jerman bagian utara, berbatasan dengan Denmark. Jarak tempat tinggal kami lebih dekat ke Kopenhagen daripada ke Berlin, dan kami ingin menikmati akhir pekan di kota, jadi tujuan ditetapkan ke Kopenhagen karena aku belum pernah ke sana.

Sebenarnya orang tak perlu mobil di Kopenhagen, disamping kotanya kecil sehingga mudah dijangkau, biaya parkir di Kopenhagen mahal. Bisa jadi parkir mobil semalam lebih mahal dari harga menginap semalam di hotel.  Begitu pula karcis tol melintasi jembatan Storebælt juga mahal, yaitu 125 Kroner atau setara dengan 18€ sekali jalan.

Tapi aku ingin melihat dengan mata kepala sendiri jembatan Storebælt yang spektakuler itu, jadi harus bermobil. Jika naik kereta maka akan melewati terowongan di bawah jembatan, dan itu tidak asik. Terowongan ini merupakan yang terpanjang kedua di Eropa setelah terowongan yang menghubungkan Perancis dengan Inggris.

Sebagai perbandingan alangkah maha besarnya jembatan Storebælt ini, kita ambil saja Jembatan Suramadu yang mana itu adalah jembatan terbesar di Indonesia. Panjang Storebælt adalah 18 kilometer, Suramadu mempunyai panjang 5,4 kilometer. Puncak tertinggi pilar Storebælt adalah 254 meter (titik tertinggi negara Denmark), Suramadu mempunyai tinggi 146 meter. Storebælt mempunyai 12 pintu tol sebelah barat dan 10 pintu tol sebelah timur, Suramadu mempunyai 3(?) pintu tol.

Sudah selesai membandingkan? Inilah penampakan jembatan Storebælt yang aku pasang dari Instagram. Tak ada seorangpun yang bisa selfie seperti ini kecuali enginer pemelihara jembatan Storebælt.

Ein von Rasmus Hebjørn Aude (@rasmusaude) gepostetes Foto am

Kami berkendara memasuki Jembatan Storebælt dari sebelah barat, yang dari arah Jerman. Disini ada 12 buah pintu tol dengan peralatan canggih. Waktu itu, dari sekian banyak pintu tol ini tak ada satupun petugas pemungut karcis. Konon katanya petugas hanya akan muncul jika ada kemacetan misalnya pada musim panas, atau jika ada gangguan. Tetapi itu jarang sekali.

Masing-masing pintu tol memiliki warna cat dan warna lampu tersendiri. Jika lampu di atas pintu tol dimatikan, maka pintu itu tertutup alias tidak bisa dilewati, dengan cara ini maka pengemudi akan bisa melihat sebelumnya dari jarak yang sangat jauh, ingin masuk melalui pintu tol yang mana.

Pitu tol dengan warna kuning diperuntukkan bagi mobil yang ingin melakukan pembayaran secara manual dengan tunai, di sini ada petugas. Pintu tol warna biru untuk pengendara yang ingin membayar dengan kartu kredit, dan pintu tol warna  hijau adalah untuk pembayaran melalui sinyal Brobizz.

Palang pintu tol warna kuning dan biru akan terbuka setelah transaksi pembayaran berhasil dilakukan. Pintu tol warna hijau akan terbuka secara otomatis jika kendaraan yang mempunyai sinyal BroBizz datang mendekat. BroBizz adalah sistem pembayaran tol berlangganan yang ada di Eropa, biasanya dimiliki oleh mobil truk dan kontainer atau mobil-mobil besar lainnya yang sering keluar masuk tol internasional di Eropa.

Sepanjang perjalanan di atas jembatan aku terkagum-kagum dibuatnya. Jembatan ini sangat megah, sangat besar, sangat rapi dan mempunyai jalur lapang di kedua sisinya.

Waktu itu hari sedang berkabut, jadi rasanya seperti melayang di atas awan saja....





Tepat di tengah-tengah jembatan Storebælt ada sebuah pulau kecil bernama Sprogø. Disini ditancapkan salah satu tiang jembatan. Pulau ini mempunyai sejarah yang penting bagi negara Denmark. Di sini ada mercu suar karena jalur laut baltik adalah jalur pelayaran yang ramai. Pulau mungil Sprogø tak berpenghuni dan saat ini berfungsi sebagai konservasi alam.

Setelah keluar dari jembatan kami berhenti sejenak untuk sekali lagi mengagumi kemegahannya...


Apakah kalian sudah pernah melintasi jembatan spektakuler? Di manakah itu?



6 comments:

  1. belum kak yang aku penasaran malah jembatan suramadu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jembatan Suramadu? itu juga keren, apalagi kalau hari sudah gelap, iluminasi-nya baguuus....

      Delete
  2. Hello Pak Haris,

    Baru nemu blog bapak en sangat seneng aku...banyak informasi travelling di Eropa.

    Saya sedang ngeplan road trip di Jerman (untuk tahun depan).

    Mohon info sbb ya pak:

    1) gimana cara sewa mobil di Jerman dan Perancis? Harus booking online dari di Indo? Ada website yang bisa dipercaya?
    2) SIM indo apa berlaku? Haruskah aku convert ke SIM International?
    3) rencananya mo road trip berawal dari Koln - Berlin - Dresden - Nurnberg - Munchen berakhir di Stuttgart trus nyebrang ke Perancis. Atau ada rute yang disarankan kalo sekedar Bavaria aja?


    Terimakasih sebelumnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo Pak Langit... namanya bisa bikin melayang deh...!
      terimakasih sudah berkunjung ya....

      1. Booking online di Jerman sangat bisa di percaya, kalau di Perancis sepertinya juga ya. Jangan lupa sewa juga navigator dan harus pakai asuransi ya, kecuali anda kaya raya. Coba kunjungi ini:
      - https://www.sixt.de
      - https://mietwagen.check24.de

      2. Sepertinya SIM harus aplikasi internasional ya, aku tidak tau pasti tapi kalau aku ke Indonesia SIM Jerman-ku juga harus dilampiri SIM Internasional.

      3. Itu jalur yang bagus sekali. Kalau Bavaria aku pernah, ceritanya disini: http://www.ketimpringan.com/2015/06/roadtrip-menuju-dataran-tinggi.html dan juga postingan pada bulan Juni sampai Agustus 2015 (silahkan lihat di menu "Kenangan Traveling" sebelah kanan) road trip di Jerman Selatan dan Perancis.

      Selamat bergembira ya....

      Delete
  3. Wah keren! Kita bisa mampir di Sprogø gak sih, ada semacam rest area atau gimana? Kebayang kan perjalanan belasan km di udara dingin berkabut, kalau kebelet pipis kumaha atuh, hehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh tidak ada akses mampir ke Sprogø dari jembatan cuma dari laut.
      Kebelet pipis? haha.. bisanyaaaa punya ide pipis. ya sepertinya kudu ditampung di botol minuman dulu deh ya, atau tahan-tahan dikit sampai ujung jembatan😁

      Delete

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)