Mengintai Keseharian Bangsa Viking



Asap putih mengepul dari sebuah lembah hijau. Semakin mendekati sumber asap tersebut, sayup-sayup terdengar suara genderang dan bagpipe membentuk irama sederhana dan teratur. Semakin dekat, semakin jelas suara musik tersebut. Pada akhirnya terlihat sebuah perkampungan yang terdiri dari rumah-rumah beratap ranting kering dan tenda-tenda. Rupanya asap putih yang mengepul tadi berasal dari perapian yang ada di perkampungan itu.

Di tengah perkampungan ada sebuah lapangan terbuka dan di sana nampak beberapa pria, wanita dan anak-anak menari melompat-lompat riang membentuk sebuah lingkaran. Mereka mengenakan pakaian sederhana, berambut pirang dan panjang, bertelanjang kaki atau mengenakan alas kaki dari kulit binatang. Sebagian dari mereka ada yang mengenakan pakaian dari kulit binatang.

Seorang bocah yang mengenakan pakaian lusuh dan bertelanjang kaki tersenyum dengan jenaka kepada kami. Mengajak berkumpul bersama orang-orang. Menari dan tertawa....

Kami sedang 'tersesat' di perkampungan bangsa Viking. Sebuah bangsa penguasa Skandinavia yang terkenal sadis, kejam dan suka merampok. Apakah pada akhirnya kami bisa keluar dengan selamat dari gerombolan bangsa yang bengis ini....?




Setelah puas menjelajahi Kopenhagen yang modern (ceritanya ada di sini), pada akhirnya kami sampai di Ribe VikingeCenter. Artinya harus melintasi waktu kembali pada 1300 tahun yang lalu, bertemu dengan bangsa Viking dan berada bersama mereka.

Ribe VikingeCenter adalah sebuah koloni bangsa Viking yang jauh dari mana-mana. Di sini kita bisa menemukan dokumentasi hidup bangsa Viking yang pernah berjaya di wilayah Skandinavia ribuan tahun silam. Dengan kata lain, Ribe VikingeCenter adalah museum hidup bangsa Viking yang berada tak jauh dari perbatasan Denmark - Jerman.

Sangat mengesankan berada bersama mereka. Setelah melewati pintu masuk (seperti layaknya dimana-mana di Denmark, di sini kita juga tidak bisa bayar karcis pakai tunai, harus pakai kartu), maka kami berada di lahan pertanian luas milik petani kaya-raya yang mempunyai banyak pegawai dan budak-budak.


Petani bangsa viking ini mempunyai pengaruh kuat di Ripe (pada masa lalu kota ini bernama Ripe, kemudian menjadi Ribe. Merupakan kota tertua di Denmark). Sang petani mempunyai rumah panjang di tengah ladang pertanian dan kami para pengunjung boleh masuk, melihat aktivitas para pekerja.

Rumah panjang ini terkesan rustikal dan gelap. Ada asap dari perapian, aroma rempah kering, tempat tidur yang keras, selimut dari kulit binatang, dan terdapat jerami dan rumput yang dikeringkan dimana-mana. Para pekerja rajin beraktifitas. Memasak, menyulam, memperbaiki perkakas, membuat senjata...

Kemudian kami berjalan di lahan pertanian yang luas. Di sini juga terlihat beberapa orang pegawai rajin bercocok tanam menggunakan peralatan yang sangat sederhana. Mereka menanam aneka jenis sayuran dan kentang.

Di pinggir lahan pertanian ada kandang ternak. Di dalamnya ada sapi, domba, babi dan ayam. Sementara di luar kandang ada beberapa angsa putih yang selalu riuh. Tentu saja mereka juga mempunyai kuda.

Tak lama kemudian kami sampai di kota Ripe. Di sini banyak terdapat rumah-rumah kuno beratap ranting kering. Kami boleh memasukinya tapi tak ada orang di dalam karena para pria Viking yang sangar-sangar itu sedang mengembara mengarungi samudra dengan perahu naga mereka, sementara para wanita dan anak-anak ada di luar, pergi ke pasar atau ke ladang. Ingat, ini tahun 825 masehi.



Perjalanan berlanjut, kami sampai di market place (pasar). Ternyata orang-orang viking sedang berkumpul di sini. Ada juga pedagang dari Timur Tengah. Suasana pasar sangat meriah. Segala barang kerajinan abad pertengahan diperjual-belikan di sini. Para pedagang ini mempunyai tenda-tenda kecil dan mereka memajang dagangannya di meja depan tenda, sembari menunggu dagangannya laku mereka membuat barang kerajinan.

Jadi yang jualan baju sembari memintal, yang jualan senjata sembari mamandai besi, yang jualan bulu binatang sembari menyulam, yang jualan aksesoris sibuk merangkai, dan para penjual makanan asik memasak. Ada saja kegiatan yang mereka lakukan.

Aku membeli kalung berbandul simbol dewa Thor, dan membeli roti isi daging asli bikinan orang Viking untuk makan siang.

Bocah Viking penjual roti
Ini warungnya bangsa Viking jaman dulu
Pasar Viking hari itu penuh dengan penjual dan pembeli. Suasana pasar sangat mengesankan dengan hiruk-pikuk abad permulaan. Ada canda tawa, tawar-menawar, musik, bocah berlarian, dan segala macam kehidupan jaman dahulu. Tak hanya penjual saja yang mengenakan kostum jaman dahulu tetapi banyak juga pengunjung yang berdandan model Vikinger.

Hari itu berlangsung upacara agung. Sang kepala suku menabuh genderang di tengah-tengah tanah lapang untuk mengumpulkan orang-orang. Kami mengikuti dengan khidmad upacara tersebut. Mereka berbahasa Danish namun tidak masalah bagi yang tidak mengerti, karena kami dengan mudah bisa mengikuti prosesi upacara dengan mudah.

Sang kepala suku membagikan ranting kepada peserta upacara dan kami harus mengikutinya berjalan diiringi tabuhan genderang mengelilingi perkampungan, kemudian memasuki amphitheater, menyusuri sungai dan pada akhirnya sampai di pelabuhan. Nun jauh dari laut ada perahu viking yang datang dan pada akhirnya kami semua menyambutnya dengan suka-cita. Setelah itu ada pesta besar dengan irama musik dan tarian. Semua orang boleh ikut menari.

Pada sebuah sudut ada workshop, di sini anak-anak jaman 'pokemon go' yang berkunjung harus menyimpan smartphone mereka dan bermain seperti layaknya bocah Viking jaman dahulu. Ada yang berlatih memanah, menombak, lempar batu dan lain-lain permainan jaman dulu. Bocah-bocah itu juga diajari cara membuat senjata maupun perkakas dari kayu dan ranting secara sederhana.


Alamat Ribe VikingeCenter: Lustrupvej 4, 6760 Ribe, Denmark.
Dimanakah itu? Berjarak 325 Km dari Kopenhagen atau 3,5 jam naik mobil melintasi tol E20 arah menuju perbatasan Jerman. Atau naik kereta api dari Kopenhagen selama 3 sampai 5 jam (tergantung keretanya), pindah kereta sebanyak 3 kali.

Tentu kalian semua pernah mendengar kejayaan bangsa Viking dimasa lalu kan? Apa yang kalian tahu tentang bangsa Viking?



4 comments:

  1. Bicara Viking jadi ingat kartun Vicky The Viking! Hahaha. How To Train Your Dragon juga ambil sudut perkampungan Viking kan? Eh ini jadi ngomongin kartun semua. Seruuu yah bisa menikmati dan melihat kehidupan Viking abad ke-8 di Denmark. Andai di Indonesia juga dibuat perkampungan yang mempertahankan arsitektur dan budaya abad yang sama sebagai penarik minat wisatawan. ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaaa... kedua kartun itu aku juga sudah nonton, haha...
      Asik lho bisa menikmati sejarah.

      Delete
  2. Bangsa viking itu salah satu bangsa pemberani di dunia. Satu-satunya yang membikin mereka ketakutan hanya suara nyanyian Asurancetourix...
    Hehehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siapa dia? bininya Asterix atau Obelix πŸ˜†

      Delete

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)