Menjelajahi Rügen, Sebuah Pulau Indah di Jerman



Alam yang tenang, matahari bersinar terang. Kami berada di Pulau Rügen, sebuah pulau terindah milik Jerman yang berada di tepi Laut Baltik. Keindahan pulau ini terletak pada pasir putih luas yang membentang mengelilingi pulau, pantai landai dengan air laut berwarna biru toska yang jernih, Tebing-tebing batu berwarna putih di tepi pantai yang terlihat megah dan perkasa, hutan rimba di tengah pulau yang terjaga kelestariannya, kota dan taman yang asri, kultur yang terjaga rapi, dan beberapa konstruksi bersejarah.

Banyak hal yang bisa ditemukan di dalam pulau seluas 1000 kilometer persegi ini. Ada konstruksi spektakuler peninggalan rezim nazi dan Jagdschloss di tengah hutan yang merupakan istana perburuan kaisar Jerman masa lalu yang ceritanya ada di sini.


Rügen, Pulau Terindah di Jerman


Rügen adalah sebuah pulau terbesar di Jerman dengan luas hampir 1000 kilometer persegi. Jumlah penduduknya cuma 77 ribu pada tahun ini (2016). Pulau ini terletak di Laut Baltik yang tenang dan berwarna biru toska. Bening sejauh mata memandang. Pantai pasir putih luas membentang mengelilingi pulau. Di sana-sini terdapat tebing batu kapur berwarna putih yang megah dan memukau.

Di dalam pulau merupakan hutan lindung yang rapi, mirip sebuah taman saja layaknya. Hanya sedikit bagian dari pulau ini yang dijadikan sebagai kota pemukiman maupun prasarana liburan, selebihnya adalah keindahan alam tiada tara....


Liburan Mewah di Pulau Rügen


Matahari musim panas bersinar cerah. Hangatnya terasa nyaman. Kami memutuskan untuk membuka kap mobil cabrio dan berkendara santai sejauh 415 kilometer ke arah Laut Baltik, tepatnya menuju pulau indah Rügen. Kami akan menginap beberapa hari di sebuah resor. Cuma untuk bersantai memanjakan diri di pantai yang berada di tengah suasana alam yang lestari dan damai.

Rügen adalah sebuah pulau terbesar Jerman yang keindahan alamnya sangat memukau. Bahkan banyak yang berpendapat bahwa ini adalah pulau terindah yang dimiliki Jerman. Saking indahnya, pulau ini secara bergantian pernah dikuasai oleh raja-raja dan kaisar masa lalu dari Denmark dan Jerman dengan mendirikan Jagdschloss/hunting palace megah. Dan sudah dijadikan sebagai holiday village sejak rezim nazi berkuasa, meskipun pada kenyataannya proyek ini tak pernah rampung sampai sekarang.

Untuk memasuki pulau kami harus melintasi jembatan. Jembatannya bagus dan jalannya lapang. Sesaat setelah memasuki pulau rasanya seperti berada dalam taman yang luas sekali. Bunga-bunga tertata rapi di sepanjang jalan. Lapang dan indah.


One Day in Ribe, Kota Tertua Denmark



Di pesisir North Sea ada sebuah kota bernama Ribe. Ini adalah sebuah kota gemilang pada abad ke 8 dan merupakan kota tertua yang tertulis dalam sejarah negara Denmark. Kami menyempatkan diri untuk mengunjunginya dalam perjalanan pulang dari Kopenhagen yang ceritanya aku tulis pada postingan sebelumnya.

Saat ini, setelah masa gemilang kota ini berakhir, Ribe adalah sebuah kota kecil yang menawan dan antik dengan pendapatan utama dari pariwisata. Dulu pada masa kejayaannya kota Ribe adalah sebuah kota industri dan pusat perdagangan pelayaran....

Mataku berbinar-binar ketika memasuki kota Ribe. Kota ini mungil, asri, unik dan klasik. Beberapa jalan di dalam kota merupakan jalanan sempit berlapis batu sehingga mobil tak diperbolehkan melintas. Sementara di kanan-kirinya berjajar rumah-rumah dari masa lalu yang terjaga kelestariannya.

Ada sebuah kawasan yang berfungsi sebagai shopping-mile dengan banyak toko berjajar di sepanjang jalan. Kawasan ini akan menuju pusat kota di mana itu adalah sebuah plaza yang meriah berisi deretan restoran dan kafe, gedung balai kota dan beberapa bank yang melingkari sebuah gereja tua.