Terpesona Porto Cristo, Gua Warna-Warni di Mallorca



Hari pertama di Pulau Mallorca, kami berkendara ke Porto Cristo, sebuah desa yang berada di Manacor. Di sini ada gua indah yang dalamnya penuh dengan stalaktit dan stalakmit. Dengan sistem pencahayaan yang bagus, gua ini terlihat sangat memukau. Gua ini juga full music, jadi sejauh kaki melangkah akan terdengar musik klasik yang megah, semegah gua itu sendiri. Ada pula pemutaran film dengan dinding gua sebagai layarnya.

Mallorca adalah sebuah pulau wisata milik Spanyol yang berada di Laut Tengah. Pulau ini merupakan yang terbesar dari kepulauan Balearic yang memiliki iklim sub-tropis. Jadi meskipun daratan Eropa sudah dingin memasuki musim gugur, di sini udara tetap hangat dan nyaman, berkisar pada suhu 25°C.


Untuk menjelajahi pulau kami menyewa sebuah mobil. Cerita bagian pertama dari liburan Mallorca kali ini bisa dibaca di sini: http://www.ketimpringan.com/2016/10/liburan-keluarga-ke-mallorca-spanyol.html

Setelah sarapan di hotel tempat menginap kami janjian bertemu di lobby untuk memulai hari. Oh iya grup mini kali ini terdiri dari empat orang: Thomas dan aku, dan dua orang golden ladies berumur lebih dari 70 tahun yaitu emaknya Thomas dan salah seorang tante. Mereka berdua adalah dua orang yang menyenangkan dan selalu bergembira selama perjalanan.

Tak sekalipun dalam hidupku aku menjadi sedekat ini dengan agama. Sarapan di Mallorca dengan dalih-dalih agama πŸ˜‰

Jadi sesuai kesepakatan bersama, hari ini kami akan berkendara ke...?

Kemanakah kami akan berkendara? Tak seorangpun yang tahu. Kami menyadari masalah pertama ini muncul ketika semua orang sudah masuk ke dalam mobil dan Thomas mulai berkendara keluar dari tempat parkir. Dan percakapan kacau selanjutnya bisa diterjemahkan secara bebas berikut ini:

Thomas: Belok kanan atau kiri...?
Haris: Kanan saja deh, kanan adalah jalan yang selalu benar... *sembari bingung*
Elna: Ini, tadi aku ambil peta dari lobby... (menyerahkan peta kepadaku)
Dine: Ya sudah kita berhenti di kota depan saja sembari ngopi....

Nah, Haris selalu punya ide cemerlang... Setelah melihat peta sejenak, maka aku memutuskan untuk menuju timur laut. Berdasarkan gambar yang ada di peta, nun jauh di ujung pulau ada sebuah gua yang indah.... Dan semua orang setuju, meskipun ini tadi adalah ide main tunjuk doang.

Road trip dimulai. Berkendara menuju Timur Laut... Tidaklah sulit menjelajahi pulau yang luasnya cuma sak uprit ini, jalanan mudah untuk diikuti dan petunjuk arah ada dimana-mana.


Setelah sekian lama berkendara, aku tidak menyangka bahwa Mallorca mempunyai panorama seindah ini. Yang aku dengar tentang pulau Mallorca selama ini hanyalah tentang pantai Playa de Mallorca, Ballermann, Schinkenstrasse dan Sangria yang kesemuanya itu adalah acara liburan hura-hura-hore. Mallorca adalah tujuan liburan utama orang Jerman.

Kami mulai perjalanan dari hotel di Playa de Mallorca yang mana ini adalah kawasan pantai. Ketika berkendara ke utara, maka setelah keluar dari wilayah pantai akan terlihat daerah pegunungan nun jauh di sebelah barat memanjang sampai ke ujung utara pulau. Sementara di sisi timur adalah lembah datar yang barakhir di pantai. Lembah ini menjadi daerah pemukiman dan lahan pertanian.



Mallorca mempunyai kondisi alam khas seperti layaknya pulau-pulau di Laut Tengah yang cenderung kering. Disana-sini tumbuh semak-semak, pohon olive, kaktus dan palem. Sangat mengesankan. Sementara perumahan dan konstruksi didominasi oleh warna terakota. Di beberapa bagian kecil pulau ada pula dominasi konstruksi berwarna putih untuk menolak panasnya matahari.



Berdasarkan peta pulau yang aku simak, tujuan perjalanan kali ini adalah Porto Cristo yang mana itu adalah sebuah kota pelabuhan, namun kami lebih tertarik untuk pergi ke gua yang ada di situ jadi kami mengikuti petujuk arah ke Cuevas Porto Cristo.

Ada beberapa cuevas (gua) di Porto Cristo, dan semuanya indah! ada Cuevas del Drac, Cuevas del Hams dan Cuevas Porto cristo.

Pengunjung gua akan dikumpulkan menjadi sebuah grup kecil dan menelusuri gua dalam panduan. Hal yang dilarang adalah blitz kamera, tongsis, tripod, monopod dan segala sesuatu berbentuk batangan. Sayang sekali dua orang golden ladies harus menunggu di luar karena kondisi gua yang tidak memungkinkan untuk dilalui para senior. Mereka dengan suka cita menunggu sembari ngopi dan mempersilahkan kami mengikuti tur.

Dan gua ini penuh dengan wow mulut melongo.... Sangat indah dan memukau. Sesaat setelah memasuki gua, maka kami akan dipersilahkan duduk menikmati film singkat tentang sejarah gua dan peradaban planet bumi pada umumnya. Pertunjukan yang sangat mengesankan.


Kemudian kami menaiki undakan menuju sebuah lubang besar. Lubang ini berisi penuh dengan stalaktit dan stalakmit dan memancarkan sinar iluminasi yang dramatis. Pada sebuah dinding gua yang agak datar diputar sebuah film tentang alam, kami menontonnya dengan efek suara yang aneh tapi megah. 

Banyak sekali keindahan yang kami temukan di dalam gua, setiap ruangan di dalam gua mempunyai kesan yang sangat berbeda, ada pula danau di dalam gua, disinilah sebuah pertunjukan orkestra mungil dimainkan, pemusik menaiki perahu di atas danau dalam gua.


Tentu saja aku tidak bisa bikin foto-foto bagus, karena cuma ada pencahayaan yang minim tanpa tripod.

Nantikan cerita selanjutnya ya... masih banyak foto-foto bagus yang akan muncul selama liburan kami di Pulau Mallorca - Spanyol.

2 comments:

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)