Tersesat di Montuiri, Kota Kuno Spanyol



Montuiri adalah sebuah kota kuno di Pulau Mallorca yang ada di Spanyol. Kota kecil ini terletak di lereng bukit dan dipenuhi dengan rumah dan konstruksi antik dominasi warna terakota yang dihubungkan dengan lorong-lorong sempit berlapis batu khas Spanyol. Di sini orang seperti kembali ke masa lalu sebelum peradaban modern muncul.

Kami memasuki kota pada sore hari. Jalanan sempit berlapis batu terlihat kosong tanpa kendaraan. Juga tak terlihat banyak orang di dalam kota, sesekali terlihat kakek-kakek duduk santai di depan rumah mereka, dan beberapa orang bersepeda. Selebihnya adalah kota yang lengang, tenang, damai dan sunyi.

Secara tidak sengaja kami menemukan kota unik ini pada saat berkendara sekembalinya dari Porto Cristo untuk melihat gua warna-warni yang dipenuhi oleh stalaktit dan stalakmit indah.




Cerita kunjungan kami ke Porto Cristo bisa dibaca disini: Terpesona Porto Cristo, Gua Warna-Warni di Mallorca

Begitulah... karena hanya berbekal selembar peta sederhana, maka kami terlalu lama berkendara dan nyasar. Tetapi kabar asiknya adalah, ini merupakan acara tersesat yang mengesankan...

Jadi dua orang golden ladies penggembira yang duduk dibelakang sudah mulai resah karena ingin minum kopi. It is coffee time dan seperti halnya para tetua lainnya, mereka sangat disiplin dalam urusan kopi dan waktu makan. Jadi kami memutuskan untuk berbelok keluar dari highway entah ke mana yang penting masuk kota, minum kopi dan pipis-pipis agar mereka berdua tenang kembali....

Di depan ada kota Montuiri namanya, kota ini jauh dari mana-mana berada di lereng pegunungan dan dikelilingi oleh tanah pertanian luas sekali. Dan kosong seperti padang tandus.

Sulit sekali berkendara di dalam kota karena jalanan di sini terlalu sempit dan berlapis batu. Mobil harus sering berhenti untuk memberi jalan kendaraan dari arah depan. Untungnya kami sudah dapat bocoran dari teman sebelum berangkat ke Mallorca bahwa jangan sampai menyewa mobil besar mengingat kebanyakan jalanan di seantero pulau adalah jalan sempit.


Jadi yang paling aman ya segera parkir. Tepat di belakang mobil polisi yang terparkir, pada sebuah jalan sempit. Entah apa arti tanda lalu-lintas itu, tetapi kalau mobil polisi saja parkir di situ, berarti kami juga boleh parkir dong...

Tak lama berjalan, melewati lorong sempit yang menanjak ekstrem. Kami sampai di central. Ada gereja tua dengan pelataran luas, dan di depannya ada balai kota. Di sini suasananya bagus, banyak warung dan kafe. Kami selfie-selfie sejenak, tapi fotonya terhapus semua sebelum terunggah ke cloud. Sedih, postingan ini tidak akan punya banyak foto bagus.

Ternyata Montuiri termasuk salah satu kota tertua di Pulau Mallorca. Di bawah kekuasaan bangsa Arab waktu kejayaan Islam masih menguasai pulau ini, Montuiri terdiri dari 12 distrik, sama seperti Madina Mayurqa waktu itu. 




Sesuai rencana, kami memasuki sebuah warung kopi untuk menenangkan kedua orang golden ladies. Di dalam warung mereka bisa bergaya karena banyak pengunjung dan kesemuanya adalah opa-opa mempesona, menurut anggapan mereka lho ya.... Eh memang benar adanya. Selama liburan, kami sering mendengar mereka berdua membicarakan seorang opa yang mereka lihat di jalan, menilai mode yang dipakai seorang oma di hotel waktu sarapan.... pokoknya mereka mempunyai dunia sendiri yang sangat menarik buat mereka tetapi jauh dari hal-hal menarik menurut kita para pemuda.....


Dalam perjalanan kembali ke hotel di Playa de Mallorca, Tante Dine tiba-tiba ingin beli pisang di supermarkt... Kami semua takjub akan ide-nya tetapi sebagai ponakan yang baik maka kami belok menuruti keinginannya. Dan aku selalu suka lihat-lihat isi supermarket lokal....

Yang digandul-gandul itu Iberico Schinken, paha babi yang dikeringkan dan di peram kurang lebih 14 bulan, tidak dimasak. Penyajiannya di iris tipis-tipis.

Sari laut... Salah satu alasan kenapa aku suka pergi ke mediterania.
Menjelang makan malam kami tiba di hotel, merapikan diri sejenak kemudian pergi makan malam. Aku mendapatkan seporsi besar ikan goreng dan salad dimakan dengan kentang. Sebagai minuman penyerta kami sepakat untuk memesan satu liter Sangria untuk berempat.

Sangria adalah minuman khas pulau Mallorca. Ini adalah campuran antara red wine dan rum kemudian diisi dengan potongan buah-buahan segar seperti anggur, apel dan lainnya. Sepertinya potongan buah segar ini sesuka hati yang bikin. Sangria adalah minuman kesukaan kami selama liburan di Mallorca.



Nantikan cerita selanjutnya ya... masih banyak tempat-tempat bagus lainnya yang kami temukan.

Dimanakah Pulau Mallorca?

- Pulau Mallorca terletak di Laut Tengah, merupakan pulau terbesar dari kepulauan Balearic, berjarak 170 kilometer dari Ibukota Spanyol Madrid.

- Bandara internasionalnya bernama Aeropuerto de Son San Juan yang berada di Palma de Mallorca. Lebih terkenal dengan nama Aeropuerto Palma de Mallorca.

2 comments:

  1. Ih seru ya kl road trip nyetir sendiri, bisa ke mana aja dan berhenti kapan aja huehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lha sejatinya roadtrip kan memang nyetir sendiri, masak naik bus...

      Delete

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)