Elb Philharmonie, Tengara Baru Kota Hamburg



Jakarta punya Tugu Monas, Paris punya Menara Eiffel, Berlin punya Brandenburgertor dan Sydney punya Opera House. Lalu Hamburg sebagai salah satu metropolis dunia punya tengara apa? tidak punya sama sekali.

Itu dulu, tetapi kini sejak tanggal 11 Januari 2017, Hamburg punya Elb Philharmonie. Konstruksi indah, unik dan megah yang lebih akrab dipanggil Elphie ini adalah sebuah gabungan dari dua buah concert hall, hotel, apartemen, plaza, tube, studio seni, kafe dan restoran. Dan sekarang telah menjadi ikon kota Hamburg. Hebat kan?

Elphie terletak di kawasan Hafencity sebelah barat muara sungai Elbe. Ini adalah kawasan pelabuhan tua yang bersejarah, yang juga berfungsi sebagai pusat kegiatan kultur dan seni di Hamburg.

Concert hall terbesar Elphie bernama Grosse Saal. Ini merupakan pusat dari mahakarya arsitektur yang di klaim mempunyai kualitas suara terbaik dunia. Uniknya, ruangan konser ini tidak mempunyai dinding datar sama sekali melainkan gabungan dari cekungan-cekungan berbentuk cangkang kerang. Permukaan dinding berbentuk unik ini pada akhirnya akan menyaring suara musik sekaligus saling memantulkan suara ke seantero ruangan. Sementara di atas panggung yang berada tepat di tengah ruangan terpasang reflektor suara yang besar.
Kelemahannya, saking sensitifnya pemantulan dan penyaringan suara, jika ada penonton batuk di ujung ruangan, maka seantero ruangan yang mempunyai 2.100 tempat duduk ini akan mendengarnya.    


Aku masih ingat, enam bulan sebelum grand opening, kami sudah bertekad akan membeli tiket konser musik klasik pembukaan berapapun harganya, hanya demi ingin menjadi saksi sejarah karena kami tahu, bangunan ini akan menjadi mahakarya kelas dunia seperti Opera house, menara Eiffel ataupun Tugu Monas. Tapi apa daya, tidak kebagian tiket. Bahkan jika saja sekarang beli tiket, maka pada musim panas nanti baru bisa masuk.

Entahlah bagaimana bisa tiket terjual terus padahal tiap hari ada konser, mungkin karena apresiasi masyarakat begitu besar terhadap musik klasik, karena mereka kemaruk ingin merasakan kemegahan konstruksi luar biasa ini, atau bisa jadi sekarang adalah waktunya buat anak-anak sekolahan karena pak walikota Hamburg berjanji bahwa semua anak sekolahan di Jerman HARUS menikmati konser di Elphie. Gratis.

Kontroversi Konstruksi


Kami tinggal tak jauh dari Hamburg meskipun berada di negara bagian lain yaitu Schleswig-Holstein, dan kami selalu mendengar berita tentang Elphie from Hamburg selama sepuluh tahun terakhir. Pembangunan Elphie memakan waktu 10 tahun. Kata orang-orang, ini terlalu lama. Banyak sekali protes berdatangan sejak rencana pembangunan, dan tak cuma sekali bongkar ulang karena salah konstruksi.

Pada saat pembangunan masih berlangsung, orang sinis selalu bilang bahwa bentuk konstruksi Elphie aneh dan jelek, tidak megah dan tidak berkelas, mereka tak akan mengakui bahwa itu akan menjadi ikon kota mereka... Kini setelah Elphie berdiri, semua orang terperangah dengan keindahan konstruksi berbentuk ombak yang menyatu dengan muara sungai Elbe ini.... Bangunan setinggi 110 meter dan berlapis kaca yang juga berombak ini sekarang menjadi kebanggaan mereka.


Biaya yang dikeluarkan selalu membengkak dari rencana awal dan pada akhirnya biaya keseluruhannya adalah 866 juta Euro! Berasal dari uang pajak orang-orang Hamburg dan sumbangan. Banyak orang Hamburg marah; kenapa uang sebanyak itu tidak dipakai untuk memperbaiki jalan saja, atau untuk bikin apartemen buat orang-orang tidak mampu, atau untuk segala sesuatu yang bersifat mulia lainnya.... dan lain sebagainya. Namun senat Hamburg tak pantang menyerah dan pada saat grand opening, semua orang bergembira, bahagia dan bangga karena kota mereka kini semakin berharga dan bisa meningkatkan posisi mereka karena konstruksi kelas dunia ini.

Ini bukan hanya sebuah konstruksi tetapi tentang tradisi, kultur dan seni. Jerman mempunyai banyak komposer musik klasik tetapi tak mempunyai rumah konser sebaik negara lain. Itulah kenapa Elphie tercipta... Negara-negara bagian lain jadi iri (dalam pengertian positif), dan dunia mulai melihat Hamburg sebagai pusat budaya....

Informasi lebih mendalam termasuk foto-foto spektakuler dari Elphie bisa dilihat di website mereka di sini.

 

Pusat Kultur dan HafenCity


HafenCity adalah sebuah sudut kota Hamburg yang berada di pelabuhan tua dan disinilah Elphie berada. Kawasan ini terletak di St. Pauli. Meskipun St. Pauli Hamburg terkenal dengan tim kesebelasan mereka yaitu HSV, tetapi St. Pauli juga merupakan pusat kegiatan kultur di Hamburg. Dan juga pusat wisata malam seperti diskotik, kafe, bar, pub, dan perempuan dalam etalase.

Sebagai pusat kultur, setiap malam disini diselenggarakan berbagai macam pertunjukan opera, musikal, musik maupun show dan mereka semua mempunyai gedung pertunjukan masing-masing. Sebut saja opera disney the Lion King maupun Aladdin. Atau ada juga rumah horor terkenal Dungeon.

Terlepas dari semua itu, HafenCity juga merupakan tujuan utama turis datang ke Hamburg. Suasana pelabuhan tua yang klasik dan khas menjadi favorit pengunjung.

Di bawah ini merupakan foto-foto kami ketika pada musim panas kemarin naik ferry menyusuri muara sungai Elbe. Di pelabuhan ada dua macam ferry yang akan menempuh jalur sepanjang muara dan berhenti di pelabuhan-pelabuhan kecil layaknya halte bus. Ferry yang satu karcisnya lebih murah dan diperuntukkan untuk transportasi penduduk lokal, dan ferry jenis satunya khusus turis yang mempunyai travel guide dengan tiket lebih mahal. Mereka menempuh jalur yang hampir sama, dan akan kembali di halte semula, jadi tak perlu takut akan kesasar.

HafenCity tak ada matinya, selalu ada kegiatan seru setiap kami mengunjunginya....

Ini pelabuhan besar yang ada di tepian muara sebelah lain, sangat sibuk dengan kontainer dari penjuru dunia.

Pantai di muara Sungai Elbe dengan latar belakang kompleks villa mewah.

Kesibukan pelabuhan tua yang santai

Salah satu halte muara sungai Elbe yang menarik dan ramai.

Itu.... Elphie, bagaimana menurutmu? indah kan?

Fischmarkt, pasar ikan yang bersejarah, kini berfungsi sebagai tempat penyelenggaraan kultur termasuk pasar tradisional, musik maupun pertunjukan lainnya. Mereka punya jadwal pertunjukan

Itulah Elb Philharmonie. Apakah kamu pernah ke Hamburg? jika sudah maka kamu harus datang lagi untuk melihat Elphie dengan mata kepala sendiri,  dan jika beruntung bisa dapat tiket menyaksikan konser musik klasik di negara tempat asalnya. 

10 comments:

  1. Keren yaaa, bisa nongkrong2 manja di cafe dipinggiran pelabuhan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa... apalagi kalau bisa dapat tiket konser musik klasik. rasanya masih nyesek nggak kebagian tiket sampai sekarang.

      Delete
  2. hamburg memang terkenal sebagai kota pelabuhan sih ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, dengan segala tradisi pelabuhan yang unik dan apik...

      Delete
  3. Arsitektural Elphie itu parah sih mas :' indah banget sumpaaaaah suwer deh :'

    ReplyDelete
    Replies
    1. Indah ya? menurut aku juga begitu. Dan unik karena belum ada yang bikin seperti itu. Meskipun bukan orang Hamburg, aku ikut bangga karenanya....

      Delete
  4. Dl sempat sy kira Beatle Platz adl tengara Hamburg...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beatles Platz? oh itu cuma tengara sebuah kawasan di Hamburg yaitu di Reeperbahn dimana dulu disinilah boyband dari Liverpool itu mulai mendunia, tepatnya di Star-Club.
      nantilah aku bikin postingan tentang ini, karena sejarahnya menarik.

      Delete
    2. Ya... The Beatles Platz... sy tunggu, tertarik... :)))
      Bahkan simbol awak the Beatles yg ada di Tempat tsb bnr2 membuat sy heran, knp dibuat transparan, tdk patung seperti pada umumnya...


      Salam kenal kak.. schöne Grüße :)

      Delete
    3. Auch eine herzliche schöne Grüße für Dich, Fitri...
      Harap sabar menanti ya... suatu saat postingannya akan muncul, kami sering ke Hamburg kok...

      Delete

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)