Liburan Jerman: Main Salju di Pegunungan Harz


Berada pada ketinggian 1141 meter dari permukaan laut, dengan ketebalan salju mencapai 1 meter di atas permukaan tanah pada musim dingin dan merupakan taman nasional dengan aneka flora dan fauna. Itulah Harz, dataran tertinggi di Jerman bagian utara yang menjadi tujuan liburan kali ini.

Harz juga bangga akan tradisi yang lestari. Kota-kota kecil yang bertebaran di dataran tinggi ini tetap memegang teguh tradisi mereka. Disini konstruksi bersejarah terjaga dengan rapi, kastil-kastil indah dan megah ada di sana-sini.

Sebagai daerah tujuan wisata, dataran tinggi Harz mempunyai banyak sekali pilihan tempat menginap mulai dari hostel, holiday appartement, hotel, bungalow maupun kompleks resor mewah.

Tujuan kami adalah menginap di sebuah wellness hotel yang ada di daerah resor Alexisbad. Yang namanya resor, tentu saja sunyi dan tenang.



Perjalanan menyenangkan dan santai selama 7 jam... Semakin mendekati tujuan, jalanan semakin menanjak dan di sana-sini mulai banyak salju terlihat.
Pada akhirnya kami memasuki hutan lindung Harz. Cantik dan damai. Hutan belantara ini sedang diselimuti salju tebal.

Setelah berkendara beberapa saat lamanya di dalam hutan bersalju, menanjak berkelok-kelok, navigator bilang bahwa kami sudah sampai... Ealah, tempatnya jauh dari perkiraanku. Aku pikir kami akan tinggal di tengah-tengah desa asri di tengah hutan, eh ternyata tidak ada desa. Yang ada cuma hutan belantara dengan dua atau tiga bangunan hotel beserta bungalow. Kanan kiri depan belakang kompleks resor ini adalah hutan belantara dengan tebing terjal. Hanya di depan resor ada jalan raya dan diseberangnya ada stasiun kereta mungil. Jadi resor ini merupakan sebuah lembah yang ada di dataran tinggi.

Alexisbad, itulah nama daerah resor ini. Jauh dari perkiraan tetapi sangat menyenangkan! Kami tinggal selama beberapa hari di sini.

Hotel tempat menginap kami bernama Habichtstein. Sulit ya nama hotelnya... tetapi itu adalah nama sejenis burung besar. Ini adalah sebuah wellness hotel yang mempunyai sebuah kolam renang dan tiga buah sauna. Memang itulah tujuan kami datang kesini selain bermain salju, yaitu wellness. Di hotel ini juga ada aneka macam wellness treatments macam-macam. Pokoknya asik... Restoran dan bar serta longue yang ada di sini juga nyaman dengan banyak ornamen kayu-kayu artistik tipikal resor pegunungan.
Di belakang itu hotel tempat menginap. cakep kan?

Itu stasiun kereta uap yang berada di resor Aexisbad. Berada tepat di depan hotel.

Satu-satunya kekurangannya adalah, atau kelebihannya adalah, tergantung darimana menilainya, ini adalah family hotel, bukan adult hotel. Artinya banyak sekali bocil yang ada di hotel ini selama kami menginap, teriakan dan jeritan mereka menggema di segala penjuru. Apalagi waktu itu liburan anak sekolah. Jadi intinya kami salah pilih hotel. Jadinya bagaikan perawan di sarang penyamun, mau ngapain saja serba tidak asik. Ketenangan terusik.

Hari pertama setelah check-in, kami jalan-jalan santai menikmati damainya suasana hutan yang sedang diselimuti salju tebal. Indah dan damai. Putihnya salju yang menutupi permukaan alam membuatku selalu merasa berada dalam kedamaian abadi, sunyi yang indah, sekaligus suasana magis yang menenangkan.... Putih dan bersih... keindahan alam yang damai dan agung.

Pada saat-saat tertentu kami berpapasan dengan bocah-bocah kecil yang sedang plorotan salju dengan riangnya, atau orang-orang yang sedang berolah raga, dan banyak pula orang-orang yang sedang santai seperti kami berjalan di tengah hutan menikmati salju. Semuanya senang dan bergembira.





Apakah aku kedingingan bermain salju? tentu saja tidak. Bahkan rasanya terlalu gerah karena aku berpakaian untuk suhu minus 10°C, sementara waktu itu suhu udara hanya pada kisaran minus 2°C. Bagi yang ingin tahu bagaimana caranya agar tidak kedinginan bermain salju, silahkan baca postinganku yang ini ya: Tips Traveling Musim Dingin.

Sore hari kami gunakan untuk berenang, tentu saja indoor pool, dan menghangatkan diri sembari melemaskan otot di sauna beberapa saat lamanya.

Malam hari, kami dapat sedikit masalah pada saat makan malam karena di hotel malam itu hanya ada prasmanan, sementara setelah melihat menunya, kami tidak begitu suka dengan makanan yang disediakan, jadi kami memutuskan untuk turun gunung cari makan, karena di daerah resor ini tidak ada resto maupun kedai.

Kota Tanpa Restoran     


Kota terdekat dari resor Alexisbad berjarak 10 kilometer, turun ke bawah dan berada tepat sebelum memasuki hutan. Jadi kami berkendara santai keluar dari hutan. Kedengaran menggelikan ya, berkendara sejauh 10 kilometer demi beli makanan...! Tapi tentu saja tidak. Kami sedang liburan, punya banyak waktu dan bisa melakukan apapun yang kami mau... Dan kami ingin mencicipi kulinaris tipikal daerah ini...

Gernrode... Kota besar tanpa restoran. Kota ini sepi di malam hari, apalagi pada musim dingin seperti ini. Setidaknya kami berputar-putar di dalam kota sebanyak dua atau tiga kali tapi tak ada satupun kedai atau restoran yang kami temui... Entah apa yang dilakukan orang-orang di dalam rumah. Ini malam minggu dan mereka tidak keluar. Aneh ya...

Lalu kami berhenti di sebuah hotel, masuk ke restoran yang ada di hotel ini dan berniat makan di sana... eh banyak orang sedang makan... bahkan ada sebuah grup yang sedang merayakan ultah.

Masing-masing dari kami memesan Käse Auflauf, yaitu keju panggang meleleh dengan aneka isian seperti potongan daging, kentang, bawang bombai, sayuran dan disajikan panas-panas langsung dari loyang. Diatasnya dikasih potongan timun, selada dan acar ketimun. Rasanya legit dan gurih. Sangat nikmat.


Belakangan kami tahu bahwa di dekat pom bensin yang berada di pintu masuk kota ini dari ujung lain  berderet pizzeria, döner kebab dan imbiss (kedai cepat saji tipikal Jerman).
Begitulah, jika dicari mereka tidak ada, giliran tidak mencari mereka ada dimana-mana. Sering kan, kalian juga menemui kasus seperti ini pada sebuah tempat antah berantah?

Where is Harz?
Sebagian dataran tinggi Harz terletak di negara bagian Sachsen-Anhalt, terletak tepat di tengah-tengah negara Jerman. Berjarak 250 kilometer dari Berlin. 
Selain bisa ditempuh dengan mobil, kereta api dan bus (misalnya bus murah flexi bus) juga punya jadwal rutin ke desa-desa yang ada di dataran tinggi ini.

2 comments:

  1. Suasana Eropa yang jauh, dingin, dan bersalju tebal itu terasa banget di kawasan ini. Dan mereka masih bertahan setelah sekian lama. Bangun-bangunannya itu punya nuansa yang megah di tengah-tengah salju, seakan tak ada tempat lain di dunia tempat kita bisa menemukannya. Eropa banget. Sampai kulinernya juga punya nuansa yang sama. Jadi ngebayangin malam bersalju terus minum yang hangat-hangat di depan perapian. Waduh!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Begitulah, setiap musim mempunyai kecantikannya sendiri-sendiri, dan musim dingin sangatlah cantik :)

      Delete

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)