Nostalgia Kota Tua Quedlinburg Jerman



Kota tua Quedlinburg sudah eksis sejak jaman batu. Pada masa Romawi Kuno, kota ini mulai mempunyai peradaban modern. Quedlinburg juga menjadi saksi kebesaran sejarah jaman kekaisaran Jerman masa lalu, kemudian jatuh dalam perang dunia. Kini kota bersejarah ini masuk dalam lindungan Unesco.

Quedlingburger Schloss, sebuah kastil yang berada di atas bukit merupakan kediaman sekaligus pusat pemerintahan dan juga gereja di masa lalu. Dari sini orang bisa melihat seluruh bagian kota di bawah sana. Kastil yang megah, indah dan kokoh. Kini kastil ini berfungsi sebagai museum, gereja dan ada pula beberapa bagian bangunan yang berfungsi sebagai restoran dan kafe.

Kami menghabiskan waktu seharian bersantai menikmati keindahan kota yang menyandang kategori sebagai situs bersejarah ini. Berjalan di lorong-lorong berlapis batu alam, di antara konstruksi antik yang megah dan indah. Sesekali masuk ke sebuah kafe untuk menghangatkan badan dengan secangkir kopi. Dan juga berbelanja di pertokoan di dalam rumah-rumah antik.

Rasanya nyaman sekali berada di tengah kota tua, menikmati kemegahan konstruksi masa lalu dengan suasana yang khas, dan menghirup udara bersih musim dingin.


Sesaat setelah memasuki kota tua, aku jadi salah tingkah karena sepertinya menurut perasaanku, aku pernah ke sini. Entah kapan tapi aku mengenali sudut kota ini. Ternyata Thomas juga punya pikiran yang sama. Sembari berjalan, kami semakin bingung berdiskusi aneh tentang di mana kami sebenarnya berada dan kapan pernah ke sini...

Di sebuah persimpangan jalan kami tergelak karena ternyata kemarin malam sudah ke sini, cari makan di restoran pojokan itu, lalu setelahnya jalan-jalan dan mengamati etalase toko ini... kemudian di depan sana akan ada plaza.... terus di tepian plaza berjejer banyak restoran dan kafe... Ah, jalan semakin terang, hanya perbedaan suasana siang dan malam terlalu jauh dan menyesatkan.

Ini sudut kota yang membingungkan itu...

Lalu kami berjalan ke bagian kota yang lain. Pertama naik ke atas bukit untuk memasuki kastil megah nun jauh di atas sana. Dari atas bukit ini pemandangan kota tua indah sekali. Pastilah bangsawan yang tinggal di kastil yang membawahi kota Quedlinburg sangat kaya.

Kastil ini merupakan sebuah Siedlung/pemukiman lengkap yang dikelilingi benteng kokoh sebagai tembok pertahanan menghadapi penyerang. Letaknya yang berada di atas bukit merupakan sebuah keuntungan besar karena dari sini bisa melihat dari jauh, jika ada yang datang. Di dalam siedlung terdapat semua sarana yang membentuk sebuah kota. Ada gereja di samping gedung pusat pemerintahan, dikelilingi oleh rumah-rumah berukuran kecil. Di dalam benteng ini juga terdapat pusat jual beli.

Lorong masuk kastil Quedlingburger Schloss

Pemandangan kota tua dari kastil.
Lalu kami turun kembali ke kota tua di bawah sana dari sudut lain. Berjalan menelusuri lorong-lorong sempit beralaskan batu alam yang diapit oleh rumah-rumah antik berderet. Di sinilah orang bisa melihat bahwa pada jaman dahulu orang Eropa tidaklah setingi sekarang jika melihat pintu-pintu rumah yang rendah, bahkan lebih rendah dari tinggi badanku atau ukuran tinggi orang Asia. Entah mengapa tubuh orang Eropa jaman sekarang bisa menjulang tinggi dan besar, sementara bangsa lain tetap bontot dan mungil.


Lalu sampailah kami di Marktplatz (marketplace) yang luas dikelilingi oleh konstruksi indah. Disinilah pusat kota tua Quedlinburg berada. Suasananya sangat turistik dan nyaman dengan banyak toko, kafe dan restoran. Ada pula beberapa hotel.

Kami menghabiskan waktu lama di sini menikmati waktu dalam indahnya suasana. Jalan kesana-kemari di antara orang-orang, ngopi-ngopi menghangatkan diri dan belanja beberapa printhilan.




Ada sebuah kafe unik dan menarik di ujung Marktplatz, terletak di antara dua buah gang kecil. bangunan kafe ini begitu langsing tapi panjang. Sangat panjang dan bertingkat dua. Rupanya kafe ini berada dalam 7 buah rumah. Namanya Cafe in 7 Häuser.
Jadi kafe ini mempunyai 7 buah ruangan dengan dekorasi rustikal yang berbeda-beda. Meskipun berada di tengah keramaian, di dalam kafe ini tenang sekali. Suasananya sangat nyaman dan kopinya enak. Kami duduk berlama-lama di sini...

Kami kembali ke hotel ketika hari sudah gelap. Begitulah cerita hari itu mengunjungi kota tua Quedlinburg. Ini adalah rangkaian cerita liburan musim dingin di taman nasional Harz sembari bermain salju yang cerita sebelumnya bisa di baca di sini: Liburan Jerman: Mengintai Bukit Para Penyihir

Sampai jumpa pada cerita selanjutnya di tempat lain ya....

Where is Quedlinburg?
Merupakan kota terdekat dan terbesar di dataran tinggi Harz yang terletak di negara bagian Sachsen-Anhalt. Berjarak 200Km dari Berlin, atau 400km dari Düsseldorf. Kereta api dan bis murah Flexibus punya jadwal rutin ke kota ini.

4 comments:

  1. Wah kastilnya klasik sekali. Jadi ingin masuk dan mengabadikan bagian dalamnya. Kota tua ini terjaga sekali ya, biarpun turis sudah ramai masuk tapi tidak membuat kota penuh sesak dan berubah wajahnya. Apa karena sudah masuk daftar Unesco juga ya? Seru nih ngopi-ngopi di sana, sambil makan penganan khas dan diskusi soal bangunan-bangunan tua, hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Begitulah, nyaman sekali rasanya menikmati kota tua.

      Delete

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)