Ini Kamera Andalan Traveler


Apalah artinya liburan tanpa kamera, iya kan? Apalagi bagi travel blogger. Kamera adalah senjatanya.

Bagaimana dengan kamera HP? Bagus, aku juga punya samsung Galaxy. Tetapi itu lain. Sama seperti jambu dan jeruk, sama-sama buah tetapi lain.

Aku punya dua buah kamera. Satunya adalah kamera besar dan berat DSLR Nikon D40 yang sudah berumur 10 tahun tapi tidak rusak-rusak juga. Dan satunya adalah kamera saku baru Canon powerShot N2 yang mungil dan apik.


Pada masanya aku bangga sekali dengan kamera DSLR segede gaban ini, meskipun waktu itu aku belum mempunyai blog. Kemanapun pergi selalu aku bawa. Rasanya menyenangkan menenteng kamera besar dan mahal. Ini adalah kamera lama dan tidak mempunyai fasilitas yang dimiliki kamera masa kini, tetapi hasil fotonya sangat mengagumkan. Bahkan aku mempunyai beberapa foto perjalanan yang aku cetak dalam ukuran besar tergantung di dinding entrance rumah kami hasil jepretan kamera ini, dan dengannya aku mempunyai foodblog berbahasa Jerman yang fotonya membikin pembaca meneteskan air liur, lihat saja foto-foto masakanku di sini.

Dulu waktu awal-awal traveling, aku selalu mempersiapkan perjalanan dengan khidmad sepenuh hati. Segala sesuatu aku bawa jika itu terasa diperlukan, meskipun pada akhirnya tidak diperlukan samasekali selama traveling. Kamera Nikon D40 juga selalu ikut, dan dia mempunyai tempat istimewa dalam tas khusus yang aku cangklong. Kemudian aku juga selalu bawa laptop, dia juga punya tempat khusus di tas punggung. Sementara barang-barang lain aku taruh di koper. Jadi setiap traveling aku selalu ribet dengan barang bawaan tetapi aku sangat menikmatinya.

Hari berganti, waktu berlalu, umur bertambah... Kini aku tidak memerlukan semua itu dan aku sangat menikmati light-traveling, yaitu melancong dengan barang bawaan minimalis. Satu koper mungil dan semua bisa masuk, jadi tak perlu menunggu bagasi jika naik pesawat. Lain urusannya jika aku berkunjung ke Indonesia, aku harus bawa koper besar penuh dengan oleh-oleh. Dan sebuah Rucksack untuk membawa laptop. Laptop tak boleh ketinggalan kemanapun aku pergi karena tanpa laptop aku tidak bisa bekerja, tanpa bekerja aku tidak punya uang, tanpa uang aku tidak bisa bayar traveling, tanpa traveling aku tidak bisa hidup, begitu....

Entahlah bagaimana postingan ini kok jadi begini. Maksud awal ingin memamerkan kamera saku Canon Powershot N2 yang baru saja aku beli dan ternyata sangat mengesankan, eh malah melantur kemana-mana dan ngomongin travel blogger segala. Maafkan ya.... marilah kita lanjut dengan tema yang lebih spesifik. Tulisan diatas sengaja tidak aku hapus, karena tadi lama mikirnya....

SUKA DUKA BELI POWERSHOT N2

 

Inilah penampakan kamera selfie PowerShot N2. Satunya itu catokan, barang wajib bawa saat traveling, biar selfi-nya tambah seru.

Siapa ya itu pertama kali ada blogger cewek cantik memamerkan kamera aneh ini dalam blog-nya, dan seperti wajarnya blogger cantik tentu saja dia selfie-selfie centil dan yang dipakai selfie bukanlah HP tetapi kamera ini, terus dia bilang hasil selfie-nya bisa langsung di upload ke instagram. Sekali lagi, dari kamera langsung upload ke instagram...!
Aku jadi kepingin dong... karena aku juga suka selfie apalagi waktu traveling, terus foto selfie-nya langsung dikirimkan ke emak pakai WA, dia suka sekali lihat aku selfie di negeri antah berantah, katanya mau dipamerkan te teman-teman pengajian. Emakku memang kekinian ya... pengajian bawa smartphone, gokilnya adalah, tahun ini dia sudah kehilangan dua buah smartphone๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†

Terus keesokan harinya aku lihat ada vlogger yutub dan dia juga ngomongin PowerShot N2 ini. Pamer-pamer, plus-minus... dan intinya aku semakin menyukai kamera selfie mungil ini.

Tak lama kenudian aku menemukan kamera ini di sebuah toko online. Beli, bayar pakai paypal, dan menunggu dengan tidak sabar....
Seminggu berlalu.... kamera belum dikirim. Dua minggu akan berlalu, kamera juga belum datang. Dan akupun kirim email ke penjualnya sebelum bikin komplain ke paypal. Oh iya paypal adalah alat penekan yang bagus jika itu berhubungan dengan pembayaran online. Sekali kamu komplain ke paypal tentang sesuatu yang kamu beli, maka mereka akan menekan penjual mati-matian untuk segera menyelesaikan masalah. Dan semua penjual online takut dengan paypal, karena sekali melanggar aturan, reputasi toko bisa langsung rusak. Kenapa aku tahu? karena aku punya toko online dengan sistem pembayaran paypal...!

Singkat cerita si empunya toko online menelponku bahwa kamera ini sedang tidak tersedia, jika mau menunggu, 3 bulan lagi akan dikirim. Tentu saja aku tidak mau dan minta refund.

Lalu pada suatu hari ketika pergi ke Hamburg aku menyempatkan diri mampir ke MediaMarkt, toko jaringan terbesar di Jerman yang menjual segala jenis perangkat keras maupun lunak, gadget, multimedia dan segala macam barang elektronik yang ada di pasaran. Mau beli Canon PowerShot N2...! Lihat sana - lihat sini... banyak sekali kamera bagus dipajang. Tetapi karena aku sudah kadung suka sama Powershot N2, maka semua kamera bagus dan canggih lainnya jadi terlihat tidak menarik. Itulah akibatnya kalau mata sudah dibutakan oleh sesuatu.

Masalahnya adalah... Tak satupun aku melihat kamera ini dipajang. Lalu aku tanya sama mas penjual dimanakah gerangan kamera ini? Dia bilang tidak punya. Nah aku kan heran kenapa toko terbesar di Jerman kok tidak punya. Dan jawabannya sangat enteng; Karena tidak ada permintaan maka kami tidak menjual.... Ooo.. jadi kamera ini tidak punya banyak penggemar.... Berarti kamera jelek dong... gimana ini? aku terlanjur suka.

Perjuangan berlanjut, karena aku ngebet ingin punya kamera ini. Kemudian cari di eBay Jerman, hasilnya tidak ada. Yang ada generasi sebelumnya yaitu PowerShot N, dan aku tidak tertarik.

Dan pegilah aku ke Amazon, disini ada dijual. Lalu aku langsung beli. Dua hari kemudian kameranya sampai. Akupun girang.

Fakta Kamera PowerShot N2


Kameranya punya desain unik, mungil dan lucu.... Pantaslah orang-orang tidak siap dengan desain tidak biasa ini, makanya kamera ini tidak begitu banyak diminiati.

Pertama unboxing langsung terpesona dengan desain yang hampir persegi empat sama sisi, dan mungil. Cocok buat dibawa-bawa. Lalu bingung... Lhooo... kok tidak punya tombol release, kalau mau moto gimana? bagaimana cara njepret-nya??? Bukankah itu tombol terpenting pada sebuah kamera?

Jadi selama hidupku, baru kali ini aku membaca buku panduan ketika baru beli sebuah kamera. Ternyata tombol release buat njepret adalah ring yang mengelilingi lensa. Tinggal tekan ke atas, bawah, kanan atau kiri dari ring ini maka sekali tekan akan memfoto. Kemudian dengan sebuah pengaturan, maka touch screen-nya bisa dipakai sebagai tombol release layaknya kamera HP. Terserah sentuh bagian mana asal di dalam screen, langsung njepret.

Nah, fungsi paling menarik adalah layarnya bisa diputar 180°. Jadi bisa dipakai buat selfie. Ini penting. Atau diputar 90° jika ingin foto sesuatu yang rendah, biar tidak usah nungging-nungging gitu...

Terus... yang juga paling penting adalah koneksi kamera dengan gadget lain. Ini abad 21, jadi semua gadget harus bisa terhubung antara satu dengan lainnya. Jadi hasil foto dan video dari kamera ini bisa langsung disimpan di laptop, smartphone maupun cloud menggunakan wifi dan bluetooth NFC. Sudah lama aku tidak menyimpan foto dan video di laptop maupun HP, jadi buatku foto-fotonya langsung simpan di cloud, dalam hal ini google drive. Dari sini barulah bisa di unggah di WA, fb, twitter, instragram dan blogspot.

Inilah hasil foto Canon PowerShot N2 tanpa edit....

8x zoom, kincir angin ini berjarak 1 km dari tempatku berdiri, di balik jendela. Hasilnya tetap jernih kan?

Micro


Low light, foto dalam cahaya minim.

Selfie
Melawan cahaya. Tetap bagus dan tidak terlalu gelap kan?


Jadi kesimpulannya... aku sangat suka dengan kamera Canon PowerShot N2 ini. Tidak wajar tetapi menarik, sangat mungil sehingga enak dibawa kemana-mana. Targetku selanjutya adalah beli smart-phone paling mungil. Semakin kecil semakin bagus yang penting bisa install wasap dan social media apps.

Dan inilah data tech kamera mungil ini: Ukuran 8x6x3 cm. Berat 180 gram. Resolusi 16,1 Megapixel (ini sangat besar), JPG. Hasil video dalam format AVI. Punya koneksi wifi, dan NFC pakai bluetooth.

Harga: 239 EUR (Maret 2017).

Lalu kamera apakah sebenarnya andalan para traveler dan travel blogger? bagiku ya Canon Powershot N2, dan bagi yang lain ya tentu saja kamera mereka masing-masing.

Apa kamera andalanmu? dan kenapa kamu mengandalkannya?

10 comments:

  1. Sekalipun dalam kategori kamera pocket namun hasilnya bagus ya Ma s Haris. Dan sepertinya juga dirancang untuk selfie, jadi muka tidak terlalu lebar berhadapan dengan lensa. Mesti ada pertimbangan untuk memiliki kamera ini nih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mbak Evi, itulah kenapa aku beli kamera ini, bisa buat selfie tanpa minta tolong orang lain.

      Delete
  2. Aku pake Panasonic Lumix Series. Mirrorless bisa interchangeable lenses. Bisa tild display juga buat selfie. Terus yg paling penting bisa wifi direct buat sync ke smartphone buat upload ke Instagram. Hai Bedjo udh lama gak keep in touch. Apa kabar? Dimie :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Dimie, terimakasih sudah mampir, kabar baik juga kan?
      Banyak sekali ya pilihan kamera bagus, dan yang paling bagus tentu saja yang kita punya, bukankanh begitu?

      Delete
  3. Wah saya baru tau kameranya, lucu ya persegi gitu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bentuknya tergolong lucu dan unik, mangkanya aku beli... Setelah beberapa minggu pakai, kekurangannya cuma satu; boros beterei

      Delete
  4. Kok lebih update twitter ya mas, nulis ayo nulis!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Djohan, anu... soalnya lagi sibuk pemekaran. Tapi pasti akan update blog lagi jadi silahkan mampir kembali yaaaa.....

      Delete
  5. Udah mirrorless aja ..biar kagak kegedean ..
    wlaupun ane makenya DSLR Si :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. beban hidupku sudah terlalu berat bang.. tidak mau lagi bawa beban berat DSLR saat traveling, nyerah deh...

      Delete

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)