Lautan Bunga di Jerman Utara


Di Nordfriesland, yaitu sebuah wilayah yang ada di ujung utara Jerman ada sebuah kota kecil yang cantik dan apik. Kota ini bernama Husum. Disamping mempunyai pelabuhan tua yang unik, tepat di tengah kota Husum ada sebuah taman luas yang sangat indah.

Pada musim semi taman ini akan berubah menjadi lautan bunga berwarna lila. Banyak pengunjung datang dari jauh hanya untuk melihat keindahan alam yang luar biasa ini karena kembang-kembang mungil ini akan mekar bersemi cuma selama dua atau tiga minggu saja. Kuntum-kuntum bunga mungil yang membentuk lautan berwarna lila ini adalah bunga Krokusblüten, atau yang lebih dikenal dengan bunga safran.

Jadi pada suatu sore musim semi yang cerah dan cemerlang, kami menyempatkan diri untuk jalan-jalan sejenak menikmati keindahan kota kami sendiri. Tutup laptop, sudahi semua pekerjaan dan hanya bersantai menikmati hari. Inilah foto-foto keindahan taman di kota Husum yang sedang dipenuhi warna-warni ajaib musim semi....



Lha iya, kami ini sudah bepergian kemana-mana, eh keindahan kota sendiri malah tidak dinikmati. Sepertinya jika sedang ada di kota sendiri, mataku tertutup oleh kesibukan dan selalu terburu-buru sehingga keindahan di depan mata terlewatkan begitu saja. Bayangkan, selama tinggal lebih dari lima belas tahun di sini, baru kali ini aku punya kesempatan untuk menikmati keindahan lautan bunga safran yang memukau ini, karena mereka cuma eksis selama dua atau tiga minggu dalam setahun. Hidup memang keterlaluan ya (selalu menyalahkan faktor lain dong, karena tentu saja aku tidak mau disalahkan😆...).

Rencananya sederhana saja... Kami harus bersantai karena sudah lama kurang piknik. Jadi pada suatu sore yang cerah dan sejuk kami menyempatkan diri untuk pergi keluar menikmati waktu bersama. Tujuannya adalah Schlosspark yang mengelilingi Schloss vor Husum, yaitu sebuah taman kota yang berada di sekitar kastil Husum yang megah dan antik. Kemudian malam hari kami akan pergi makan di sebuah resto yang nyaman yang berada di old harbour.

Mataku berbinar-binar cerah sesaat setelah memasuki taman. Di depanku terhampar keindahan lautan bunga berwarna lila yang luar biasa sekali. Sejauh mata memandang hanya ada warna lila yang segar, terhampar bagaikan permadani dari surga yang melapisi permukaan tanah di sela-sela pepohonan tua yang mulai bersemi.


Waktu itu banyak sekali pengunjung yang sedang menikmati taman. Mereka berjalan-jalan, duduk-duduk santai di bangku yang tersedia, bikin foto-foto dan selfie-selfie... Anak-anak bermain riang di dalam taman. Semua orang sedang berbahagia dalam keindahan alam musim semi.

Taman ini mempunyai banyak sekali jalan setapak yang berhubungan satu dengan lainnya diantara hamparan bunga safran, jalan ini hanya boleh dilewati oleh pejalan kaki dan pengendara sepeda, dan tentu saja rollstuhl buat orang berkebutuhan khusus. Jadi tak ada alasan pengunjung akan merusak kuntum-kuntum mungil berwarna lila yang sangat sensitif ini. Semua orang tahu diri dan tidak punya ide untuk menginjaknya dengan semena-mena, demi sebuah selfie misalnya.




Kami berjalan pelan sembari ngobrol santai menikmati taman dan merasa senang berpapasan dengan orang-orang berwajah riang dan bahagia. Mereka semua seperti kami, ingin menikmati keindahan alam yang haya sebentar ini... tentu saja juga bikin foto-foto bagus dan beberapa kali selfie dengan latar belakang hamparan bunga safran, sekaligus untuk tes kemampuan kamera selfie yang baru aku beli. Foto ini akan menyebar di facebook dan teman-teman dari jauh tentu saja akan ingin berkunjung. Kami sangat bangga dengan keindahan kota kami dan harus menyebarkan keindahannya ke seluruh penjuru dunia. Itulah gunanya facebook... buat pamer....😛😛😛



Inilah kuntum bunga safran yang sedang mekar. Putik dan serbuk sari itulah yang dijadikan safran. Di negara lain di jazirah Arab sana, kuntum ini akan dipanen dan dikeringkan kemudian dijual dengan harga mahal. Jika jerman melakukannya, maka safran akan tidak pernah bisa terbeli saking mahalnya upah tenaga kerja di sini.

Ini namanya bunga Schneeglöckchen yang juga sedang eksis. bunga ini sakti karena jika sudah mekar, maka itu pertanda musim semi sudah dimulai dan tidak aka turun salju lagi, jika alam berjalan sesuai kodratnya.

Ini namanya bunga Maibecher, harusnya muncul menjelang bulan mei, entahlah mungkin dia sedang galau.

Ini namanya bunga apa gitu lupa, cubung-cubungan tapi mungil.

Ada kolam yang mengelilingi puri Schloss vor Husum, tempat bebek liar bermain.
Lalu kami sampai di tengah taman dan di sini ada sebuah puri indah dan bersejarah. Namanya Schloss vor Husum. Puri ini adalah milik kaisar masa lalu yang menguasai wilayah ini, eksis sejak tahun 1577. Pada abad ke 18 menjadi residen keluarga kerajaan Denmark ketika menguasai wilayah ini. Kini Puri indah ini menjadi pusat kultur, museum dan mempunya sebuah resto.




Sore semakin larut, malam akan menjelang dan udara musim semi berubah menjadi dingin. Kuntum-kuntum mungil bunga safran-pun secara perlahan akan menutup. Sesaat ketika akan menyudahi kunjungan di taman dan dilanjutkan dengan makan malam, Lilis menelpon. Dia adalah teman baik kami, seorang emak-emak yang hobinya piara anak-anak dan tinggal tak jauh dari taman. Salah satu teman dari Indonesia yang aku punya. Dia tahu dari postingan facebook bahwa kami sedang ada di taman dan ingin bertemu sejenak, karena dia sedang berada di ujung lain taman ini baru pulang dari jemput anaknya kursus tari hip-hop.

Sepedanya Lilis bagus ya, warna yang matching dengan bunganya😉

Lilis datang dengan naik sepeda, sepedanya bagus berwarna lila, cocok sekali dengan hamparan kuntum safran yang berwarna lila😃.... Kami ngobrol santai setelah lama tidak bertemu, lalu melanjutkan obrolan di sebuah resto Yunani yang terletak di tepi lain taman luas ini.

Ini adalah malam yang ramah dan menyenangkan. Masing-masing dari kami mendapatkan porsi yang terlalu besar, dan makanannya terasa sangat enak. Aku selalu suka dengan makanan Yunani dan malam itu aku pesan apa gitu namanya, Poseidon platte atau hercules platte atau entahlah apa namanya tetapi itu adalah sebuah porsi luar biasa besar dengan sebuah daging bakar, sebuah sate raksasa dan sepotong hati sapi, disajikan dengan pommes dan saus tatziki. Tentu saja ada seporsi salad Mediterania ekstra.



Maria, anaknya Lilis yang paling kecil sudah mulai ramah, dia mau berbicara dengan kami. Padahal dulu-dulu dia selalu cuek dan diam. Sekali berbicara dia bertanya tentang thema yang sulit untuk dijawab, yaitu tentang agama dan ketuhanan. Maria sudah menjelma menjadi anak Jerman yang kritis dan selalu ingin tahu. Dia bertanya kenapa dia harus beragama, dimana Tuhan berada dan kenapa kita tidak bisa melihat Tuhan. Tentu saja aku tidak bisa menjawabnya jadi serahkan saja pada Thomas, mereka kan sama-sama liberal jika itu menyangkut masalah ketuhanan. Jadi sepanjang malam dua orang ini berdiskusi tentang agama. Oh iya Maria adalah bocah kecil yang sudah duduk di kelas dua sekolah dasar.

Itulah cerita kami tentang asiknya menikmati waktu di kota sendiri yang indah dan menyenangkan.

Apakah kamu juga tinggal di sebuah kota yang indah? Apa hal yang paling indah dan membanggakan yang ada di kotamu?

Where is Husum?
Sebuah kota kecil yang terletak di tepi North Sea. Berjarak 145 km dari Hamburg atau 350 km dari Kopenhagen. Setiap 30 menit ada kereta yang melintasi kota ini menuju Hamburg atau Kopenhagen.

3 comments:

  1. Keren banget mbak taman bunganya,, kebetulan suka warna purple jadi cukup ngiler ngeliat foto-foto di postingan mba.. ^^

    ReplyDelete
  2. oh maap maap, ternyata pria.. :p ,, maap salah nyebut "mbak"

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah... padahal tadi sudah kibas-kibas rambut, haha....

      Delete

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)