Panduan Liburan Dresden Dalam Sehari


Dresden adalah salah satu metropolis Jerman yang terjaga kelestariannya sampai kini dan merupakan ibukota negara bagian Sachsen. Kota ini dibelah oleh sungai Elbe tepat di tengah-tengahnya. Di sebelah utara sungai adalah metropolis yang dipenuhi oleh konstruksi modern pencakar langit, inilah bagian kota Neustadt (new town). Sementara di sebelah selatan sungai Elbe adalah Altstadt (Old Town) yang cantik dan antik. Di sini orang bisa menemukan keindahan konstruksi masa lalu yang besar, megah dan indah tersebar di seluruh penjuru kota. Di sini pula pusat rekreasi, budaya dan seni, dan prasarana lengkap buat turis bisa dinikmati.

Kedua bagian pusat kota ini dihubungkan oleh setidaknya delapan buah jembatan. Salah satunya bernama Blaues Wunder, jembatan yang menjadi salah satu ikon kota Dresden dan sering muncul di film-film. Sesuai namanya, jembatan ini berwarna biru, bukan merah karena jembatan yang berwarna merah sudah ada di Surabaya😄.

Tak cuma sekali aku pegi ke kota Dresden, bahkan sering wira-wiri. Entahlah pokoknya Dresden sering kami lewati dan selalu saja aku terpesona dengan kota cantik yang berada di bekas negara Jerman Timur ini. Jadi selalu saja aku cari-cari alasan untuk menginap di Dresden jika melintasinya. Kotanya benar-benar asik dan romantis untuk dipakai jalan-jalan menikmati waktu.

Suatu ketika kami berada di Dresden dalam sehari. Setelah urusan beres maka waktunya untuk bersantai. Jadi inilah panduan singkat liburan Dresden lengkap dengan alamat hotel, resto asik dan tempat-tempat bagus yang wajib dikunjungi meskipun hanya buat selfie....👸



Hotel & Hostel CityHerberge


Ini bukan postingan promosi. Kami memutuskan untuk menginap di hostel dan hotel CityHerberge hanya dengan alasan bahwa tempat inap ini berada sangat dekat dengan Altstadt, yaitu kota tua Dresden dan disinilah nanti kami ingin menghabiskan waktu setelah urusan selesai.

Pertama baca diskripsi-nya tidaklah meyakinkan. Kami sudah lama tidak mau menginap di hostel dengan kamar-kamar dorm dan kamar mandi beserta toilet dipakai beramai-ramai. Pokoknya kami sudah sampai pada umur dan kondisi finansial bahwa kenyamanan dan privasi adalah segalanya. Masa-masa ngirit dan asal murah-meriah sudah berlalu kami tinggalkan.

Jadi hanya karena pertimbangan lokasi-lah kami menginap di sini, lagi pula hostel ini punya kamar double bed dengan kamar mandi, jadi itulah yang kami booking.


Ternyata kami hanya berprasangka buruk karena hostel dan hostel ini sangatlah nyaman dan tenang, tak ada hiruk-pikuk dan suasana memprihatinkan khas hostel. Kamar kami cukup bersih, rapi dan luas dengan harga murah.
Pada etage yang lain ada deretan dorm dengan beberapa kamar mandi dan dapur. Di sini suasananya juga bersih, rapi dan tenang.

Yang paling menyenangkan adalah hotel ini berada di tepi taman yang luas sekali, dan ada pula arena boarding yang luas tepat di depan hotel. Dan yang paling-paling menyenangkan adalah letaknya tepat di samping kota tua, hanya menyeberang jalan maka kita sudah sampai.

Website: http://www.cityherberge.de - Harga hostel mulai 20€ per malam (2017).

Menjelajah Kota Tua Dresden


Dresden adalah kota yang penting dan sangat kaya di masa lalu. Itulah sebabnya metropolis ini hancur berkeping-keping hampir rata dengan tanah setelah perang dunia kedua selesai. Setelah restorasi besar-besaran, kini kota tua Dresden terlihat sangat agung, megah dan indah seperti sedia kala.

Selalu saja aku terkagum-kagum dibuatnya.

Siang itu kami berjalan santai menuju kota tua. Udara musim semi masih terasa dingin dan kami lapar. Imbiss, resto cepat saji khas Jerman jadi pilihan. Setelahnya kami menikmati waktu di dalam kota tua. Selalu saja menyenangkan berjalan diantara konstruksi-konstruksi indah, megah dan besar.

Lihatlah organ yang sangat besar dan tinggi di belakang altar itu. Jika berbunyi suaranya menggelegar.

Lalu sampailah kami di depan Frauenkirche, sebuah bangunan ikonik dan paling indah di Dresden. Gereja ini mempunyai sejarah panjang dibelakangnya. Setelah dibombardir pada perang dunia kedua dan selesai restorasi pada tahun 2005, gereja model barok ini terlihat agung dan indah dengan kubahnya seberat 12.000 ton. Frauenkirche adalah peninggalan bersejarah yang wajib dikunjungi di Dresden.

Kami memasuki gereja untuk sejenak menyerap jiwa hangat yang dipancarkannya. Indah sekali dalaman gereja ini. Altar yang megah, dinding dan tiang dari batu pualam dan kubah dengan lukisan khas.

Tak jauh berjalan, kami melintasi Brühlsche Terrasse. Orang bilang ini adalah balkon Eropa. Tempat yang berada di ketinggian ini terletak tepat di tepi sungai Elbe membentang sepanjang 500 meter. Dari sini orang bisa melihat seluruh penjuru kota. Inilah tempat yang paling aku sukai di Dresden.




Brühlsche Terrasse adalah sebuah taman yang mempunyai galeri, istana, bibliothek dan paviliun berderet yang sangat megah dan luar biasa besar.

Siang itu teras ini meriah sekali. Banyak turis datang dan hilir mudik berjalan dengan riang kesana-kemari. Semua orang terlihat senang dan bahagia, seperti kami. Kami berada disitu untuk beberapa saat lamanya, sembari melihati orang-orang yang berpakaian bagus. Dan dari waktu ke waktu muncul rombongan turis yang bertingkah lucu-lucu. Sangat menggemaskan.

Dresdner Eierschecke, kue khas Dresden yang wajib dicoba. Yaitu kue lapis dengan bahan utama telur. Sangat lezat.

Tujuan selanjutnya adalah..... pipis!😆 Biar bagaimanapun juga udara musim semi terasa dingin dan selalu saja aku sering kebelet pipis dalam suhu seperti ini. Jadi harus sering masuk kafe untuk numpang pipis sembari beli minuman dan sekaligus menghangatkan diri sejenak duduk-duduk santai.... Dilemanya adalah... setelah pipis lalu minum... lalu ingin pipis lagi... lalu masuk kafe lagi untuk numpang pipis sembari beli minum lagi, karena minum maka ingin pipis lagi.... karena pipis di kafe maka beli minum lagi.... lalu kapan jalan-jalannya ya..... Jauh-jauh ke Dresden masak cuma mau pipis.... Tapi itulah indahnya, kami jalan untuk menikmati waktu dan santai, bukan untuk target yang lain.


Jadi sepanjang tengah hari sampai sore kami ngubek-ngubek kota tua Dresden dengan nyaman.  Kami pergi melihat Dresdner Schloss yang merupakan istana residen kaisar masa lalu, Rathaus atau balai kota, dan Zwinger, istana masa lalu yang saat ini berfungsi sebagai museum. Mereka terletak berdekatan antara satu dengan lainnya jadi tak perlu bersusah payah jika ingin mengunjunginya.


Pada sat-saat tertentu kami juga masuk ke shopping mall untuk menghangatkan diri, atau duduk-duduk sembari ngopi.

Menjelang malam ada demo AfD, dan karena aku berpenampilan orang Asia, maka kami buru-buru masuk ke sebuah mall untuk menghindarinya. AfD adalah partai neo nazi, dan sesuai ajaran nazi, maka partai ini tidak bersahabat dengan orang asing. Pada dasarnya, nazi adalah partai terlarang di Jerman tetapi karena partai ini tidak bernama nazi meskipun meneruskan prinsip-prinsip nazi, maka sebagai negara demokrasi, pemerintah tidak bisa melarangnya.
Lucunya, ketika demo ini berlangsung, muncul anti-demo yang mendemo demo ini. Jadi daripada lihat orang ribut olok-olokan, kami menyingkir saja.

Malam menjelang, hari mulai gelap dan kota tua Dresden semakin gemerlap. Kami menikmati indahnya malam bersama orang-orang di sebuah restoran nyaman. setelahnya kami merayakan malam di sebuah kafe meriah dengan pengunjung yang ramah-ramah...


Lalu mana panduan liburan Dresden? Begini, Dresden adalah kota yang sangat touristy, jadi tak perlu kuatir akan tersesat karena semua fasilitas buat turis tersedia dimana-mana. Lagipula area turis di Dresden adalah kota tua itu, dan letak obyek wisata antara satu dengan lainnya sangat berdekatan. Sembari main petak umpet saja kita bisa menjelajah Dresden. Yang paling penting adalah ambil city map di tempat menginap sebelum penjelajahan.

Jika ingin pergi ke metropolis modern di sebelah utara, tinggal naik bis. Jika ingin mengarungi sungai Elbe dengan perahu, tinggal beli tiket yang di jual di mana-mana, dan jika ingin naik bis keliling kota, tinggal pergi ke perhentian bus hop-on hop-off.

3 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. ini bukan recent trip ya mas karena mas bilang musim semi gt

    ReplyDelete
    Replies
    1. two weeks ago, awal musim semi memang masih dingin. Just now, we are in the netherlands, tunggu ceritanya ya... pasti sebentar lagi muncul.

      Delete

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)