Itin EuroTrip Dari ponakan



Aku punya ponakan, dia bersama istrinya baru saja mengunjungi kami di Jerman sembari melakukan EuroTrip pertama mereka. Rencananya seru dan meriah. Jadi mereka ingin mendapatkan sebanyak yang mereka bisa agar trip ke Eropa tidak rugi. Dalam perjalanan selama 10 hari, berdasarkan rencana, mereka akan mengunjungi satu negara dalam satu hari dengan alasan ya itu tadi, biar tidak rugi.

Rencana sudah mantap dan tibalah mereka di Schiphol. Kami menjemputnya dan dari sini keliling Belanda bersama mereka, sebagai negara pertama yang mereka kunjungi, ceritaya sudah aku tulis di sini. Setelah itu malamnya mereka lanjut naik bis murah meriah Flixbus menuju kota selanjutnya Paris, malam hari dari paris lanjut ke Jerman turun di Hamburg tiba keesokan paginya. Kemudian dari sini akan segera menuju tempat yang lain, rencananya begitu...




Aku tidak heran jika mereka ngotot ingin ke Paris. Dulu aku juga begitu, kota pertama yang aku kunjungi di Eropa adalah Paris, dan dulu juga ingin pergi ke banyak negara, sebanyak yang aku bisa. Asal sudah bisa selfie-selfie, lalu pergi ke tujuan selanjutnya... Waktu itu aku masih culun dan imut, dan uangku tidak sebanyak yang mereka punya tapi aku berhasil sampai di Paris. Jadi mereka ingin ke Paris. Dan mereka tiba di Paris.


Ketika mereka naik bis menuju Paris kami berkendara kembali ke Jerman agar nenek mereka bisa istirahat di rumah kami setelah perjalanan panjang dari Indonesia, mereka berangkat bertiga dan pisah di Amsterdam. Sang nenek kena jetlag, dan aku tidak tahu bagaimana nasib kedua bocah yang sedang bersenang-senang di Paris itu.
Yang jelas kami sudah membekali berlapis-lapis baju hangat dan nasi plus lauk-pauk agar mereka tidak kelaparan. Tahu sendiri kan orang Indonesia, kalau belum makan nasi tidak akan punya tenaga. Atas dasar itulah aku kasih bekal nasi.


Sang nenek jetlag-nya parah; pagi ngantuk, malam tidak bisa tidur dan tidak doyan makan dan menggigil kedinginan karena awal musim semi masih dingin untuk ukuran mereka. Apakah kedua bocah itu bisa selamat di Paris...?

Pada hari yang ditentukan kami akan menjemput mereka di terminal bis antar negara di Hamburg, dari sini kami sudah punya rencana bagus buat mereka yaitu explore kota Hamburg dan mengunjungi workshop airbus. Ponakanku juga ingin shalat jumat di masjid di Hamburg. Kami membuat rencana dengan sangat detail agar supaya mereka tidak rugi EuroTrip yaitu pergi ke tempat sebanyak yang mereka bisa.

Tapi malam sebelumnya ada WA dari mereka.

"Om, ini sudah jam 9 malam kok belum gelap ini gimana om...?" Lalu tak lama kemudian setelah beberapa kali bertukar pesan.... "Om, kami kedinginan di Paris... Om, besok dari hamburg langsung pulang saja ya... badanku rusak om, tiga hari tidak nempel kasur dan tidak bisa rebahan.... Explore Hamburg lain kali saja deh om yang penting tidur dulu... Shalat jumat dibatalkan saja deh om kalau sudah mandi... ke Airbus juga batal saja om, kayaknya aku sudah tidak kuat...."

Aku jadi terkikik-kikik geli baca pesan mereka yang sedang nelangsa... Lha terus rencana satu negara satu hari dulu itu kemana....? "Nanti setelah sampai Jerman nurut om aja deh, diajak kemana-mana mau yang penting tidur dulu...."


Begitulah, mereka berdua adalah sepasang orang muda usia pertengahan duapuluhan yang sedang punya rencana banyak sekali, mempunyai rasa penasaran yang besar sekali, dan ingin menjelajah dunia sebisanya, tetapi apa daya...

Jadi ya sudah, kami mengajak mereka ngubek-ngubek Jerman Utara saja, plus Denmark. Meskipun begitu banyak sekali yang bisa mereka lihat dalam sepuluh hari dan mereka terlihat sangat menikmati setiap perjalanan. Dan mereka sepertinya sangat terkesan. Suatu hari kami pergi ke Hamburg, Lübeck, Flensburg, ke kota-kota kecil di sekitar desa kami, dan lintas batas menuju Denmark.

Kami menunjukkan rumah kami yang berada di sebuah desa asri di tepi North Sea, mengajak mereka road trip ke pelosok-pelosok desa....



Berjalan di taman...


Pergi ke pasar tradisional dimana aku belanja....


Sehari sebelum mereka kembali terbang ke Jakarta, kami mendapati mereka sangat menyukai perjalanan ini, sekaligus memahami dari tingkah laku mereka bahwa 10 hari ini terlalu banyak buat memori mereka.  Mereka terlalu banyak pergi ke tempat yang berbeda dalam waktu bersamaan sampai tidak tahu lagi bagaimana untuk menimatinya. Bikin foto-foto sudah tidak terlalu sering seperti hari-hari pertama, dan explore kota-kota sudah tidak terlalu bersemangat seperti awal kedatangannya...

Itulah itinerary EuroTrip dari ponakanku.. bagus ya...😆😆
Selanjutnya pada cuti yang akan datang mereka akan pergi ke jepang, dan juga umroh ke Mekah. Kembali ke Eropa lagi belakangan saja karena ingin explore Asia dulu, katanya...

Apakah kamu sudah pernah pergi ke Eropa? sepanjang apa itin perjalananmu?

2 comments:

  1. Hahaha..
    Aku kok ngakak, om. Aku membayangkan kelak ke europe suatu ketika, kegilaanku mungkin saja sama atau bahkan lebih parah dari keinginan ponakan om Haris :D

    Sangat inspiratif. Thanks, mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga itin Eurotrip-nya bisa membantu rencana ya....

      Delete

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)