Piknik Asik di Fanoe Island Denmark



Matahari bersinar cerah dan angin musim semi terasa sejuk berhembus ketika kami sampai di sebuah pantai landai di pulau Fanoe. Hanya terlihat beberapa orang yang sedang santai, selebihnya adalah alam yang luas membentang dan kesunyian yang nyaman. Kami terus berkendara dengan santai di atas pasir lembut yang sangat luas sampai menuju batas laut. Di sini kami parkir dan menggelar tikar, mengeluarkan segala keperluan dan bekal. Kami akan piknik sehari penuh di pantai North Sea.

Jarang lho bulan mei sehangat ini. Untuk ukuran Jerman Utara, suhu 25°C dengan matahari bersinar cerah adalah karunia yang patut dimanfaatkan, untuk itulah secara spontan kami langsung cap cus berkendara lintas batas menuju Denmark. Tujuannya adalah Pulau Fanoe, sebuah pulau kecil mungil dengan panjang cuma 16 kilometer dan memunyai bagian terlebar cuma 5 kilometer.




Tahukah kalian bahwa kami adalah penyuka piknik? Kalau sudah piknik maka kami betah seharian berada di suatu tempat. Kalau tidak di pantai ya di atas bukit, pokoknya tempat yang sunyi dan mempunyai pemandangan luas.
Piknik di taman kota kami tidak suka, karena terlalu banyak orang. Jika malas keluar maka kami akan piknik di taman samping rumah. Kami mempunyai taman yang indah dengan rumput yang luas. Biarlah taman kota digunakan oleh orang yang tinggal di rusun dan apartemen saja, kasihan mereka tidak punya taman.

Nah sebagai penyuka piknik maka kami mempunyai peralatan piknik yang lengkap. Ada tikar kedap air, meja kursi aluminium yang bisa dilipat, alat BBQ yang bisa ditekuk-tekuk dan masuk tas, termos kopi dan teh, dan tas piknik yang mempunyai fungsi Thermo. Tak perlu lah aku foto satu persatu peralatannya, nanti yang baca semakin iri... Yang tidak kami punya hanya satu yaitu tenda... tapi kami punya camper (Wohnwagen), yaitu wagen besar yang dipakai untuk berkemah...

Kembali cerita-cerita piknik... Kami membuka kap mobil Cabrio selama berkendara, ada rasa bangga dan mewah setiap kali  berkendara dengan mobil terbuka... Angin yang sejuk dan bersih terasa nyaman membelai kulit... dan pandangan bebas selama berkendara... Holiday feelings....

Seperti biasanya pada akhir pekan, berkendara di dalam negara Jerman sangatlah terasa nyaman dan bebas karena mobil-mobil besar seperti truk, mobil kontainer dan lain-lain tidak boleh berkendara mulai hari jumat jam 12 malam sampai hari minggu tengah malam. Satu-satunya mobil besar yang boleh jalan adalah bus. Jadi jalanan bebas tanpa macet. Begitulah, orang Jerman memang suka traveling jadi difasilitasi dengan bagus.

Kami berkendara tidak langsung menuju pulau melainkan belok kesana-kemari road trip melintasi pelosok-pelosok Denmark Selatan. Lanskap di sini sangat datar dan indah, dimana-mana ada terliat lahan pertanian luas membentang sampai batas cakrawala jadi kesannya dunia ini luas sekali. Sesekali kami memasuki kota kecil dan desa-desa yang asri...


Selanjutnya kami sampai di pelabuhan Esbjerg, dari sini naik ferry bayar 30€ untuk dua orang plus mobil. Naik ferry masuk pulau bayar dan keluarnya gratis. Siapa yang tidak suka? Ya iya lah, karena Pulau Fanoe cuma punya satu pelabuhan dan cuma menuju Esbjerg.

Di Pelabuhan Esbjerg banyak juga rute ferry menuju tempat lain misalnya ke England selama satu setengah jam. Esbjerg adalah pusat pembangkit energi negara Denmark. Di sini ada penyulingan minyak, dan pusat pembuatan kincir angin. Kincir angin off-shore adalah andalan mereka.

Ini kapal penancap tiang kincir angin off-shore.

Ferry meninggalkan pelabuhan menuju Pulau Fanoe. Tidaklah lama, belum puas selfie-selfie sudah sampai dan harus turun.

Dari pandangan pertama aku langsung menyukai pulau mungil ini. Apik dan rapi. Ada beberapa kedai dan rumah-rumah beratap ranting di pelabuhan, atap khas perumahan di sepanjang pantai North Sea. Kota kecil satu-satunya ada di dekat pelabuhan dan terlihat asri. Tak banyak orang terlihat karena pulau ini adalah tujuan liburan dan high-season belum dimulai.


Kami berkendara santai melintasi jalan satu-satunya yang ada di pulau, keluar dari wilayah kota menuju ke daerah selatan dimana terdapat pantai-pantai indah luas membentang.

Sepanjang jalan, yang terlihat adalah keindahan alam tipikal pulau-pulau sepanjang North Sea yang dipenuhi oleh perdu dan semak berwarna-warni, sesekali ada gerombolan pohon pinus. Dan sekali waktu terlihat desa-desa wisata yang didominasi oleh rumah wisata dan camping area.

Kami sampai di ujung jalan dan langsung memasuki pantai. Pantai-pantai di pesisir North Sea ini indah sekali dan mempunyai pasir yang sangat lembut dan padat jadi bisa dilintasi mobil. Orang boleh berkendara sampai mencapai jarak 2 meter dari bibir pantai, setelah itu pasir tidak cukup padat untuk dilintasi.



Hamparan pasir luas membentang sampai batas cakrawala ini sebenarnya adalah sand bank yang luasnya sampai berkilo-kilo meter sebelum mencapai air laut. Jadi orang bebas melakukan apa saja tak perlu rebutan tempat, cuma kalau tidak bawa mobil akan capek jalan menuju laut jika mau berenang.

Pada sebuah tempat yang sepi sebelum mencapai bibir pantai, kami parkir dan menggelar tikar piknik. Buka bekal, minum teh dan kopi, makan kue-kue bawaan, dan sekedar goler-goler menimati hangatnya mentari musim semi yang tidak terlalu terik membakar. Kami piknik seharian di sini.


Suatu saat aku ingin berenang tapi batal karena air laut sangat dingin. Ya iya lah ya... ini masih musim semi jadi air laut North Sea yang dekat dengan kutub utara ini tentu saja masih dingin sekali. Ya sudah, ke pantai tanpa berenang... Eh tapi ada lho, beberapa orang yang berenang asik... meskipun kebanyakan orang cuma goler-goler seperti kami, jalan-jalan atau main layangan...

Only me... and my cabrio...

Matahari masih gencar bersinar ketika hari sudah malam dan kami meninggalkan pantai. Pada bulan-bulan musim panas, matahari akan tenggelam jam 11 malam, setelah itu dunia akan gelap sebentar lalu terang lagi jam 3 pagi. Itulah enaknya tinggal di Eropa Utara...

Ketika berkendara pulang, kami mampir sebentar di kota untuk jalan-jalan dan beli soft ice di pelabuhan. Orang Denmark pandai sekali bikin soft ice jadi kamu harus mencobanya jika sedang jalan di Denmark.


Begitulah, kami benar-benar mempunyai quality-time sehari penuh, cuma bermalas-malasan menikmati suasana bersama. Piknik tidaklah selalu pergi ke tempat jauh, yang penting adalah menikmati waktu yang indah, dan kenyamanan.

Apakah kamu juga suka piknik? Tempat mana yang paling kamu suka?

No comments:

Post a Comment

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)