Kecantikan Pulau Mungil di North Sea


Wilayah utara negara Jerman terkenal dengan keindahan pantai yang panjang dan lebar berpasir putih, juga keunikan puluhan pulau-pulau mungil yang bertebaran mengelilingi daratan. Di sekitar pulau ada banyak sekali sandbank tempat seals (anjing laut) gegoleran dengan santai tanpa mengalami gangguan.

Kali ini kami pergi ke sebuah pulau cantik dan asri bernama pulau Foehr yang ada di North Sea, dekat dengan perbatasan Denmark. Pulau ini luasnya hanya 83 kilometer persegi. Satu-satunya cara untuk memasukinya adalah menggunakan Ferry. Bagian terluas dari pulau ini terdiri dari taman nasional alami habitat aneka burung imigran. Sebagian kecilnya digunakan untuk pemukiman dan pelabuhan. Pada sebuah sisi pulau terdapat pantai berpasir putih yang panjang dan luas, disinilah tempat orang liburan dan bersantai menikmati hangatnya mentari dan sejuknya air laut pada musim panas.

Selama lebih dari 10 tahun tinggal di Jerman baru kali ini aku berkesempatan untuk main ke pulau foehr. Ternyata aku memandang rendah pulau ini, dulu aku pikir ini adalah sebuah pulau dingin sunyi senyap yang biasa-biasa saja mengingat letaknya ada di North sea tetapi ketika memasukinya aku jadi terbengong-bengong dan Terpesona.

Ternyata Föhr atau Foehr adalah pulau yang Indah sekali dilengkapi dengan fasilitas untuk turis yang sangat amat lengkap. Di pulau mungil yang jauh dari mana-mana ini ada banyak hotel, sebuah rumah Sakit dan tempat peristirahatan, kafe dan resto, deretan Kedai pinggir jalan yang meriah, toko-toko yang menjual barang mewah merk kelas dunia, dan hampir semua bank nasional membuka kantor cabangnya di pulau ini. Dan ada shopping-passage yang panjang dan ramai. Sebuah tempat touristy yang disukai oleh semua orang. Pokoknya pulau Föhr sudah mengalami kemajuan pembangunan yang maksimal namun tetap asri dan terjaga kelestarian alamnya.


Untuk menyeberang ke pulau kami harus menuju pelabuhan Dagebüll, di sini ada tempat parkir luas dan aman seharga 7,50EUR untuk parkir sehari. Dari tempat parkir ada bus yang menuju pelabuhan dan dari Pelabuhan inilah kami menuju pulau. Harga tiketnya adalah 14EUR PP.

Ini dalaman ferry-nya. Jangan dibandingkan dengan ferry Ketapang - Gilimanuk ya...

Pagi itu cuaca terasa nyaman ketika kami berangkat. Mendung tipis melindungi matahari sehingga panasnya tidak membakar. Kami memasuki terminal transit bus yang superduper modern. Setelah 5 menit berkendara maka selanjutnya kami naik ferry selama 20 menit menuju pulau. Kapal ferry-nya bagus, bersih dan sangat modern, sepertinya tidak cocok untuk daerah terpencil ini tetapi begitulah, Jerman adalah negara maju yang pembangunannya sangat merata sampai ke pelosok-pelosok yang hampir tak terjangkau.

Ketika sampai di pelabuhan Pulau Föhr inilah aku mulai terpesona. Pelabuhannya lapang, teratur dan indah. Di sinilah ekspektasiku tentang pulau ini jauh dari kebenaran. Tadi aku menduga bahwa kami akan memasuki pulau primitif dan apa adanya tetapi yang ada adalah kenyataan sebaliknya. Hatikupun girang tiada kepalang…


Dari pelabuhan kami berjalan melintasi jalanan yang lebar dan tempat yang lapang sekali. Di sini ada beberapa taksi, line bus, dan sebuah bus pariwisata dengan sistem hop-on hop-off untuk mengelilingi Pulau. Kami memutuskan untuk jalan kaki saja sembari menjelajahi pulau.

Tujuan pertama adalah pantai. Di sini aku merasa heran dan senang melihat pantai yang luas, indah, berpasir putih dan fasilitas untuk turis yang sangat lengkap. Pantai ini memiliki taman memanjang, pedestrian lebar dan nyaman paralel dengan garis pantai, dan disepanjang sisinya berderet aneka restoran, kafe, bar, dan banyak toko. Ya sudah daripada kehausan, kami duduk-duduk sebentar di sebuah kafe sembari minum Limun dingin dan melihat orang yang sedang bersenang-senang di pantai. Nyaman dan santai duduk di luar ruangan dalam udara yang hangat…





Setelah satu atau dua jam kemudian, kami berjalan menyusuri pantai sembari melihat-lihat keindahan dan menikmati hangatnya sinar matahari musim panas. Kami kegerahan lalu lepas sepatu. Rasanya nyaman bisa berjalan di atas pasir lembut dengan kaki telanjang karena di Jerman kami jarang bisa lepas sepatu mengingat di sini cuacanya selalu dingin. Jadi selama setahun kami cuma mendapatkan kehangatan selama tiga bulan, maka harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Karena iklimnya yang unik cenderung panas untuk ukuran North Sea, Pulau Föhr dijuluki sebagai The Carribean of North Sea.


Pantai yang user friendly. Para manula dan orang berkebutuhan khusus juga bisa bersuka-ria di sini...

Sekian lama berjalan tiba-tiba kami sampai di pantai yang sepi. Tak ada lagi toko-toko, kafe maupun restoran di sepanjang pantai. Yang ada adalah hotel dan Bungalow sunyi dan asri padahal kami sedang kelaparan, waktunya makan siang. Jadi kami melanjutkan perjalanan sembari mencari kedai. Nun jauh di depan sana terlihat sebuah bangunan berdiri sendirian di tengah pantai yang luas dan setelah kami mencapainya, ternyata itu adalah sebuah strand-bar. Yasudah kami makan di situ, pesan Currywurst Pommes yang ternyata kering dan tidak enak. Tetapi minumannya serasa menyegarkan. Masing-masing dari kami memesan segelas cocktails Aperol Spritz, minuman musim panas kesukaan kami.



Di strand-bar ini suasananya nyaman dan menyenangkan. Bar pantai yang terbuat dari kayu ini mempunyai kursi yang menghadap langsung ke laut dan orang bisa bersantai sesuka hati di sini, sementara anak-anak dengan riang loncat-loncat bermain trampolin di sebelahnya dan di sebelah yang lain adalah tempat penyewaan Wind-Surfing yaitu surfing yang digerakkan oleh angin laut, bukan mengendarai ombak. Ini adalah olahraga air populer yang ada di North sea mengingat North Sea tidak mempunyai gelombang panjang melainkan angin kencang.

Ketika sedang enak-enaknya duduk bersantai sembari ngobrol ringan dan minum-minum sembari menimati suasana pantai, eh hujan turun. Ya sudah berteduh dulu masuk ke dalam.



Setelah hujan reda kami melanjutkan perjalanan tetapi perjalanan balik karena hari sudah sore dan kami tidak ingin menginap di pulau ini maka pelan-pelan kami harus kembali ke pelabuhan untuk naik ferry terakhir jam delapan malam menuju daratan. Masalahnya adalah kami masih punya banyak waktu, jadi tidak masalah untuk bermain-main di pantai sejenak sembari melihati orang-orang. Lalu kami juga minum kopi dan makan kue di sebuah kafe yang nyaman dan antik, pergi ke tengah kota melihat suasana yang kuno & asri, dan sedikit melihat ke toko kerajinan.




Rumah-rumah di sini terlihat antik dan kuno namun bagus dan terawat. Reetdach (atap dari semak semacam ilalang) menjadi ciri khas rumah di wilayah pantai-pantai Laut Utara. Termasuk daerah pantai yang ada di Denmark, Belanda dan England.

Tak lupa membeli sepotong Fischbrötchen dari sebuah food truck di pelabuhan untuk ngemil di jalan. Fischbrötchen adalah makanan khas daerah daerah pantai jerman utara yang patut dicoba jika orang sedang ada di sini. Tulisan tentang Fischbrötchen dan makanan khas Jerman lainnya sudah aku tulis di sini.


Itulah cerita Indah kami pada suatu hari di musim panas. Pada musim panas kami memang tidak ingin meninggalkan Jerman karena di sini sangat bagus, nanti sajalah kalau cuaca sudah dingin kami pergi ke Selatan menjelajahi negara negara di Mediterania. Sampai jumpa pada cerita selanjutnya…

Where is Foehr Island? Berjarak 200 km dari Hamburg arah ke utara menuju Denmark. 40 km dari perbatasan Denmark. Bisa ditempuh menggunakan kereta api sampai di stasiun terakhir Dagebüll (negara bagian Schleswig-Holstein) kemudian disambung naik ferry. Kereta datang setiap jam.

No comments:

Post a Comment

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)