Timbul tenggelam, keunikan pulau mungil di Wadden Sea Jerman



Nun jauh di tengah laut sana, ada sebuah pulau mungil bernama Hallig Hooge. Ini adalah sebuah pulau milik negara Jerman yang dijadikan sebagai taman nasional. Di sini ada beberapa desa yang dikelilingi oleh Tanggul tinggi karena pada saat badai datang dan jika air laut sedang pasang maka pulau ini akan tenggelam. Itulah sebabnya setiap desa mempunyai tanggul pembendung laut.

Disamping itu Pulau Hallig Hooge merupakan sebuah tujuan wisata bagi orang-orang kota yang mencari suasana sunyi, asri, tenang dan damai sebuah desa khas belahan utara yang unik dan menarik.

Tempat terpencil yang jauh dari mana-mana ini meskipun tidak banyak dilirik oleh wisatawan dunia namun mempunyai fasilitas yang sangat lengkap. Keindahan dan kebersihan desa maupun kondisi alam yang lestari dan bersih menjadikan pulau ini disukai oleh banyak orang terutama turis dari Jerman dan Denmark.

Pada sebuah akhir pekan kami pergi ke pulau ini. Perjalanan ditempuh selama satu sampai satu setengah jam menggunakan kapal ferry kecil tergantung cuaca dan arus air.





Perjalanan tidaklah membosankan karena ferry ini dilengkapi sebuah kedai. Lagi pula jika sedang beruntung maka orang bisa melihat beberapa anjing laut yang sedang berenang mengikuti ferry maupun gegoleran di atas sandbank yang muncul di sana-sini.

Sesampainya di pulau yang luasnya cuma 5 ha ini, ada tiga macam pilihan untuk menjelajahinya; menggunakan andong, jalan kaki atau menyewa sepeda. Kami memilih jalan kaki saja.


Hari itu cuaca terasa hangat. Ada terlihat beberapa mendung dan suasana terasa damai dan sunyi. Kami berjalan dengan bebas di atas jalanan beraspal karena tidak ada mobil di pulau ini. Satu-satunya kendaraan besar yang melintas adalah andong, itupun disebut dengan bus oleh orang-orang sini.

Menara gereja

Tak lama kemudian kami menaiki sebuah Tanggul dan didalamnya ada sebuah gereja kecil yang  terlihat tua yang terawat dengan cantik. Di kanan kiri gereja ini terdapat makam-makam disusun dengan teratur. Unik sekali. Ada tulisan 1624, tahun berdirinya gereja ini.

Selanjutnya berjalan menuju ke sebuah desa yang juga dikelilingi oleh tanggul tinggi dan kokoh. Namanya backenswarft, di pulau ini "Warft" artinya adalah sebuah desa di dalam tanggul. Desa mungil yang terdiri hanya beberapa rumah saja.


Tak jauh dari desa ini kami menjumpai Hanswaft, yang merupakan pusat dari pulau ini. Di sini ada Balaikota, beberapa hotel dan restoran, sebuah supermarket, sebuah kolam penampungan air tawar, sebuah museum, bioskop dan rumah-rumah penduduk. Suasana desa sangat asri dan unik. Betah rasanya berlama-lama di sini. Kami berjalan santai melihat suasana, sesekali berjumpa dengan penduduk maupun pengunjung.

Fakta:
  • Luas pulau: 5,78 km²
  • Jumlah penduduk: 95 orang
  • Ketinggian Tanggul: 1,20 meter
  • Rata-rata dua sampai lima kali per tahun tenggelam karena air pasang.

Kami membeli roti isi ikan pada sebuah jendela dari rumah penduduk. Dia menjual aneka camilan, roti dan minuman. Jadi sembari jalan ngemil roti. Enak sekali, makanan khas daerah daerah pesisir utara. Tak lama kemudian kami masuk ke sebuah museum. Isinya bagus dan menarik, tentang sejarah pulau ini ketika masih di bawah kekuasaan kerajaan Denmark kemudian masuk dalam wilayah negara Jerman. Juga ada sejarah di mana pulau ini benar benar hancur dan tenggelam karena badai, kemudian dibangun lagi.


Sore menjelang ketika kami berada di sebuah restoran. Di sini kami minum kopi dan makan kue, enak tapi harganya mahal. Suasana restorannya benar-benar nyaman dan antik seperti halnya semua bangunan yang ada di pulau ini. Rupanya mereka semua sepakat untuk mempertahankan keindahan masa lalu. Di sini tidak ada bangunan yang modern samasekali melainkan konstruksi masa lalu yang terawat dengan sangat baik. Hampir semua rumah di sini beratap Reetdach (semacam ilalang kering).




Kami berada di Hallig Hooge sehari penuh. Sangat menyenangkan berada di pulau ini. Di sini ada kesunyian dan kedamaian seperti kembali ke masa lalu. Kami pada akhirnya harus kembali ke pelabuhan pada jam 5 sore ketika ferry terakhir datang kemudian bertolak kembali menuju daratan di mana kami berasal.



Anyway, saat ini kami sedang berada di tengah-tengah musim panas. Ini adalah satu yang sangat baik untuk menjelajahi negeri sendiri, jadi selama musim panas ini kami akan tinggal dan menjelajahi negara Jerman. Sampai jumpa pada cerita selanjutnya...

Where is Hallig Hooge?
- 200km arah utara Hamburg, dekat perbatasan Denmark.
- 2,5 jam perjalanan menggunakan kereta api tujuan stasiun Bredstedt (Nordfriesland), kemudian ganti bus tujuan pelabuhan Schüttsiel. Dari sini ada ferry rutin menuju pulau. 

No comments:

Post a Comment

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)