Liburan Yunani; Kecipak-Kecipuk di Laut Mediterania



Percayalah, yunani adalah negeri yang sangat Indah. Masa lalu yang panjang dan mitos ajaib dengan segala macam peninggalan bersejarah yang tersebar di seluruh negeri, menjadikan negeri ini sebagai tujuan utama para pelancong dari seluruh dunia. Masalahnya atau kabar baiknya adalah, tergantung dari segi mana kamu memandangnya, yunani selalu penuh dengan turis yang penasaran sehingga dimanapun berada maka yang kamu dapatkan adalah tempat-tempat touristy, bahkan terlalu penuh pengunjung.

Tentu saja kami juga ingin liburan ke Yunani. Apakah kami suka tempat-tempat touristy? ya iya lah... kami kan turis manja😆. Jadi kami pergi ke Kolymbia... bukan Kolumbia loh ya... Ini adalah sebuah desa resor penuh dengan hotel bagus di sepanjang pantai Laut Mediterania. Di sini ada pula sebuah kota mungil asik penuh dengan resto, kafe, butik, disko, ataupun toko-toko yang menjual printhilan berjejer sepanjang jalan silih berganti. Nyaman sekali jalan atau nongkrong di sini sebelum nyebur di pantai.



Aku adalah penggemar berat Mediterania, kalau sudah di sini jadi malas pulang. Di sini banyak pulau-pulau kecil yang alamnya terjaga lestari, cuaca hangat cenderung panas, makanan nikmat dan mereka mempunyai tradisi yang berbeda-beda tergantung di negara mana. Ada Yunani, Italia, Turki, spanyol... Jadi bisa liburan santai sembari memperhatikan tradisi-tradisi unik dan icip-icip kulineran berbeda-beda.


Hari itu cuaca panas membara bahkan pada akhir musim gugur. Matahari bersinar ngejreng sehingga kami berjalan mlipir mencari bayangan pepohonan dan emperan toko untuk menuju pantai. Rencana hari ini adalah bersantai di pantai. Kami tidak mau berenang di pantai hotel tempat menginap, mau pergi ke pantai yang terbuka untuk umum saja. Tapi masalahnya, sejauh kaki berjalan tak ada jalan sedikitpun menuju pantai karena kebanyakan pantai sudah di okupasi hotel jadi private beach mereka. Gemes nggak sih?

Ya sudah saking gemesnya kami masuk ke lobby hotel paling mewah yang ada di situ, dengan niat dari lobby jalan terus sampai ke pantai, lalu dari sini berjalan ke kanan menyusuri pantai sampai di teluk yang menjadi pantai terbuka untuk umum.


Masuk lobby, pura-pura pede serasa tamu yang menginap di situ... kemudian berjalan ke pintu lain menuju arah pantai. Eh di balik pintu ternyata mereka mempunyai taman bagus dengan rumput hijau luas sekali. Ada beberapa kolam renang (kolam renang tepat di pinggir pantai!), dan beberapa paviliun bagus dilengkapi bar.

Nah hari itu kan panas sekali, jadi setelah berjalan jauh aku jadi haus, ya sudah minta limun di bar. Bayar? ya tidak lah, kami kan pura-pura jadi tamu hotel, ini adalah resor all inclusive seperti di resor tempat kami nginap. Tapi Thomas jadi tak enak hati karena sudah berbohong meskipun tidak ketahuan, jadi dia kasih tips sedikit ke bartender.

Singkat cerita kami sampai di pantai. Dan seharian main air kecipak-kecipuk sampai pada akhirnya punggung perih terbakar matahari. Baru terasa pada saat makan malam.


















No comments:

Post a Comment

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)