Road Trip Yunani, Keindahan Pulau Rhodes



Pulau Rhodes terletak di Aegean Sea, sebuah teluk di Laut Mediterania tepatnya di semenanjung Anatolia yang berada antara daratan Yunani dan Turki. Ini merupakan wilayah kepulauan dan kami menuju salah satu pulau terbesar seluas 1500 km² ini (sebagai perbandingan, luas pulau Bali adalah 5600 km²).

Sangatlah nyaman road trip mengelilingi pulau ini karena jalanan yang lebar dan sepi. Kami menyusuri rute pantai yang panjang dan sesekali menaiki tanjakan menuju pegunungan batu. Tak jarang pula menemukan perkebunan anggur ataupun zaitun luas sekali sampai hampir mencapai puncak pegunungan. Pada saat-saat tertentu kami berhenti di sebuah desa nelayan ataupun kota kecil yang berada di atas pegunungan. Suasana tradisional yang damai sangat terasa di pulau ini.

Inilah cerita liburan di sebuah pulau mungil yang Indah dan damai di Yunani plus foto-foto cantik yang layak untuk dipamerkan ๐Ÿ˜†



Pada malam sebelumnya seorang barista mengobrol ramah sembari menyajikan minuman pesanan ketika kami duduk-duduk di sebuah bar pusat kota yang tak terlalu jauh letaknya dari resor tempat menginap. Cerita sebelumnya bisa dibaca di sini.

Dari obrolan ringan itu, keesokan harinya kami memutuskan untuk menyewa mobil buat road trip mengelilingi pulau dalam sehari. Pulau Rhodos tidaklah luas, tetapi tidak pula terlalu kecil. Pada akhir road trip, kami menyadari bahwa sehari tidaklah cukup untuk menjelajahi keseluruhan pulau ini. Setidaknya orang membutuhkan waktu tiga hari agar puas.

Harga sewa mobil paling murah di pulau ini adalah 25 EUR per hari tetapi hari itu kami mendapatkan mobil seharga 50 EUR. Karena mobil-mobil kecil yang sewanya murah sudah tidak tersedia.

Trip to Seven Spring 

Sungguh ajaib ya, di pulau yang tandus dan kering pada musim panas ini terdapat tujuh buah mata air terletak berdekatan yang muncul begitu saja, dari dalam tanah di hutan yang kering kerontang. Itu menurut penduduk lokal dan mereka sangat membanggakannya. Pokoknya kami harus mendatanginya...! kata barista ramah yang ngobrol dengan kami pada malam sebelumnya.
Dan kami mendatanginya... setelahnya terkikik sejenak ketika melihatnya, kami segera meninggalkannya menuju etape selanjutnya. Ya tentu saja itu membanggakan, setidaknya buat orang-orang yang setiap hari hidup dalam kekeringan, tetapi mata airnya ngirit sekali, bahkan kami tidak paham samasekali kenapa tempat ini jadi tujuan wisata yang digadang-gadang seantero pulau. Tapi hutannya bagus.

Roadtrip Tanpa Tujuan

Selanjutnya kami harus menuju The Valley of Butterfly... tetapi setelah baru saja melihat Seven Spring yang tidak mengesankan, maka kami urungkan niat. Lagi pula ini hampir musim dingin, apakah masih ada kupu-kupu di lembah itu?

Si Barista yang ramah menyuruh kami menuju jalur selatan, ya sudah ngikut saja. Dan benar adanya. Selanjutnya ini adalah jalur favorit kami...

main petak umpet dulu....

Hari minggu, setelah kebaktian mereka makan siang sembari nyantai. Oiya, mayoritas penduduk Pulau Rhodes adalah ortodoks.

Nyesel ya, tidak bawa celana renang, padahal sepanjang jaur banyak pantai-pantai indah menggoda.



Pada suatu ketika kami sampai di sebuah desa nelayan yang asri dan bersih berada di sebuah teluk di balik batu. Para lelaki Yunani yang berbadan besar-besar dan berkulit coklat terbakar sinar matahari itu sedang bekerja bertelanjang dada. Desa ini sedang berada pada jam-jam sibuk mengangkat ikan dari perahu, memilahnya, memasukkan ikan ke dalam kota-kotak pendingin, dan ada beberapa orang yang ngulur-ngulur jaring memperbaikinya.

Tahu ada pendatang, mereka menyapa sambil lalu tapi ramah. Seorang lelaki mengajak kami makan ikan di restorannya tetapi kami baru saja makan, jadi cuma ngopi dan makan kue yang enak sekali, meskipun terlalu manis.


Road trip berlanjut, jalanan sepanjang pantai sungguh indah dan menyenangkan. Tak lama kemudian banyak tanjakan dengan gunung-gunung perkasa menjulang. Dari hamparan hijau seperti permadani,  semakin naik semakin terlihat bebatuan sampai pada akhirnya tak ada tumbuhan samasekali.

Kami berhenti di sebuah desa pegunungan entah dimana, sementara dari pinggir desa terlihat lautan membentang di bawah sana. Sunyi dan asri. Tengah hari itu terasa panas menyengat dan kami makan siang bersama orang-orang desa di dalam sebuah restoran teduh beratap sulur-sulur. Rupanya hari minggu adalah hari untuk keluarga. Dimana-mana di seantero pulau banyak keluarga keluar bersama, makan besar.


Kenyang, puas dan bahagia. Kami melanjutkan perjalanan. Dan foto bisa berbicara jutaan kata, tentang keindahan bagian selatan Pulau Rhodes yang merupakan salah satu pulau indah Yunani di Laut Mediterania...









Jam 4 sore... coffee time.... kami menemukan sebuah desa cantik pada saat berkendara memutar menuju hotel, di sini kami ngopi bersama segerombolan mas-mas Yunani yang sedang nongkrong meriah di sebuah kedai. Menyanyi dan tertawa. Mereka terlihat santai dan berpakaian seenaknya layaknya orang desa. Lagi-lagi, hari minggu adalah hari besar di pulau Rhodes Yunani ini...


No comments:

Post a Comment

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)