Kemegahan Kota Bawah Tanah Hannover

Kota Hannover tidak tidak berkembang ke atas atau melebar ke samping, melainkan ke bawah. Kota bawah tanah Hannover lebih meriah daripada yang di atas, karena di bawah tanah inilah ada pusat kota yang dihubungkan dengan tube dan jalur sibuk kereta api U-bahn.

Aku sudah lebih dari sepuluh tahun tinggal di Jerman dan tak sekalipun tertarik untuk mengunjunginya karena Hannover konon katanya tidak menarik untuk turis. Cuma sebuah metropolis alakadarnya seperti kota-kota lain di Eropa, begitu selalu teman-temanku berkata.

Karena suatu urusan, kami harus singgah dan menginap semalam di Hannover. Karena cuma semalam, maka kami putuskan untuk menginap di pusat kota, dekat dengan Hauptbahnhof atau Stasiun kereta utama agar dekat cari makan, praktis dan meriah.

No selfie = ngapusi. Ini aku ada di Hannover

Jadi tips buat kalian yang ingin ke Jerman, di kota manapun kalian mendarat, carilah hotel atau hostel yang dekat dengan Hauptbahnhof atau berada di area ini. Soalnya aktivitas sehari-hari paling banyak ya di sini, Hauptbahnhof adalah stasiun besar/pusat kereta api yang ada di setiap kota besar di Jerman. Stasiun ini umumnya luas sekali membentuk kota tersendiri, dan tidak hanya berfungsi sebagai stasiun tetapi juga ada pusat perbelanjaan, pusat informasi, pusat sosialisasi, banyak shopping malls, kedai berderet dari ujung ke ujung. Tetapi perlu diingat, kejahatan juga paling banyak ada di stasiun pusat, di sini perdagangan drugs berpusat dan kadang-kadang ada kekerasan, beberapa orang mabuk kadang terlihat. Namanya juga tempat umum paling ramai dan paling digunakan. Tetapi jangan kuatir, Jerman adalah negara yang sangat aman, jumlah polisi memadai untuk jumlah penduduk.

Kesimpulannya, Hauptbahnhof adalah tempat yang asik.

Kami menginap di hotel praktis Ibis Budget di samping Hauptbahnhof. Murah dan you get what you pay. Tak masalah yang penting ada sarapan, karena satu hal yang tidak bisa aku tinggalkan adalah segera minum kopi sesaat setelah bangun tidur.

Datang jam 3 sore, matahari mulai tenggelam... Oh iya matahari Jerman ini lucu dan menggemaskan, jadi dia itu malas sekali muncul pada saat musim dingin, mungkin takut kedinginan ya, jadi matahari akan muncul jam 9 pagi dan mulai tenggelam jam 3 sore. Itupun kalau mau muncul, biasanya cuma sembunyi di balik awan, ucluk-ucluk 5 menit tebar pesona, lalu sembunyi lagi. Begitu terus sampai musim semi. Dan lucunya sinar matahari yang cuma sebentar ini tidak punya power, meskipun bersinar ngejreng tapi tidak terasa panas. Jangankan panas, hangatpun tidak.

Jadi jangan sinis kalau lihat bule Jerman gegoleran di bawah teriknya matahari pantai Kuta ya, percayalah, mereka sedang sangat amat merindukan belaian sinar matahari. Tapi kalau kalian dari Jakarta lalu liburan ke Bali dan gegoleran di bawah sengatan matahari pantai kuta pada tengah hari, aku akan terbahak..!

Mau cerita Hannover malah nyinyir... Jadi begini.... Kami ingin tinggal semalam di sekitar Hauptbahnhof sebelum keesokan paginya melanjutkan perjalanan, agar praktis kalau kemana-mana dan cari makan, Jadi nginap di Ibis Budget.  Setelah check-in, mandi dan rapi jali, maka kami keluar cari makan. Turun ke stasiun, lalu dari stasiun turun lagi ke stasiun bawah tanah karena disana berjejer kedai meriah dari ujung ke ujung. Tidaklah jarang jika Hauptbahnhof di kota-kota di Jerman mempunyai stasiun bawah tanah yang luas. Tapi di Hannover ini lain.

Perasaan kami sudah jalan jauh sekali menyusuri lorong-lorong ramai dengan banyak kedai di sisi kanan kirinya untuk pilih-pilih menu enak, tapi kok ya lorongnya bercabang-cabang dan seakan tak ada ujungnya. Di sini aku mulai terpesona.

Atas, kota Hannover, bawahnya kota bawah tanah Hannover.
Eskalator penghubung kota bawah tanah.

Eh di depan ada eskalator, marilah lihat ke atas, apakah kita masih berada di stasiun.

Setelah sampai di atas dan menginjak bumi kembali - tadi kami ada di bawah bumi, catat - eh lha kami kok berdiri tepat di tengah-tengah square cantik dengan bangunan-bangunan megah dan cantik mengelilinginya, Stasiunnya mana, kami tidak melihatnya lagi.


Sembari cengar-cengir keheranan kami turun lagi, berjalan di bawah tanah kesana-kemari. Lihat-lihat dan mengagumi kemegahan dan kemeriahan kota Hannover yang ternyata ada di bawah tanah. Bawah tanah kota Hannover ini ya, ternyata selain dipakai untuk jalur U-Bahn (kereta bawah tanah) juga penuh dengan labirin dengan banyak lorong yang di kanan-kirinya penuh toko, kedai, dan kafe berderet-deret tiada henti. Di sana-sini ada tangga naik yang berfungsi sekaligus sebagai ventilasi. Pilar-pilar terlihat kokoh disana-sini. Sementara di atas sana, tepat di atas pusat keramaian ini, berdiri banyak skyscrapers yang terlihat seperti di mana-mana.
Lorong bawah tanah kota Hannover

Jadi kesimpulannya, kota Hannover itu bawahnya bolong-bolong....

Sekian lama berjalan, barulah kami sadar bahwa kami sedang lapar dan ingin makan, tadi itu laparnya hilang karena sedang terpesona dengan pemandangan yang tidak biasa. Malam mulai larut dan lorong bawah tanah mulai sepi, kedai sudah banyak yang tutup sementara kami ingin makan.

Jadi kami pergi ke atas, cari resto di atas sana, makan malam sembari duduk santai menikmati suasana malam berdua, karena kaki capek baru jalan jauh....



Maka dari itu kami menemukan sebuah restoran Italia, dan Thomas makan Ravioli, aku dapat Pizza ikan teri. Betul sekali sodara-sodara, pizza ikan teri..! nama cakepnya Pizza anchovis😄😄😄



Apakah kami akan mengunjungi Hannover lagi? tentu saja...! Kota ini asik untuk belanja-belenji...

Sampai jumpa pada cerita liburan selanjutnya ya.... Ini banyak cerita yang kudu di tulis tapi kok ya malas... sampai jumpa....

No comments:

Post a Comment

Jangan mengambil apapun kecuali manfaat - Jangan meninggalkan apapun kecuali KOMENTAR... Okay deh, terimakasih atas komentarnya, sangat dihargai :)